Jumat, 13 November 2015

BHIND THE SCENE BALURAN NATIONAL PARK


Masih ingat dengan perjalananku dari green bay? nah sepulang dari green bay kita nginap di rumah sintia salah satu sobat perjalanan kami di Banyuwangi. Kami di sambuttt baik banget sama ibukknya sintia, kami dimasakkan nasi tempong dan beberapa hidangan khas banyuwangi yang enakk banget menurutku, apalagi sarapan pagi kami waktu itu slurupp nasi rawon yang tak akan terlupakan!! terimakasihhh ibukkk. Rumah sintia tidak jauh dari salah satu pantai di Banyuwangi juga, hanya saja waktu itu aku bagun kesiangan jadi tak sempatlah liat sunrise.menyedihkan!!

okee, lanjut setelah kami sarapan pagi kami berangkat ke tujuan kedua kami BALURAN NATIONAL PARK. Aku pernah melihat tempat ini di majalah Lion Air dan itu sama seperti savana-savana di Afrika gitu apalagii kalau misalnya kesana pakai celana pendek, kaos kotak-kotak, pakai topi sudah mirip dengan national-national graphic gitu kali ya. Tapi sayang sekali waktu itu musim hujan jadi semua pohon berubah hijau segarrr, eh tidak ada yang sayang karena walaupun hijauuu tetapp kerennnn.

jalan memasuki daerah Baluran
Begitu memasuki kawasan baluran kami dikejutkan dengan jalannya yang sangat hijau dan ada kupu-kupu bergerombolan di sepanjang jalan. i never see it before! it's so beautiful! akhirnya kami putuskan untuk berhenti sebentar menikmati pemandangan kupu-kupu yang sangat indah ini.
salah satu temanku berusaha berkomunikasi dengan kupu-kupu itu

kami putuskan melihat keindahan kupu-kupu itu
Mengingat waktu kami tak lama berhenti ditempat ini, kami melanjutkan perjalanan kami menuju Bekol, salah satu icon dari tempat ini. Kami bertemu dengan beberapa rombongan disana pada waktu itu.
BEKOL, salah satu icon dari tempat ini
tak lupa kami mengabadikan moment ini
Perjalanan kami masih panjang, karena masih banyak hal yang bisa memanjakan mata di tempat ini. sepanjang perjalanan kami melihat banyak pohon-pohon hijau yang sangat menenangkan mata dan pikiran.
kiri-kanan kulihatt banyak pohon yang segarr
langit biru menceritakan betapa cerah hari itu

Perjalanan ini semakin menyenangkan karena bisa bersama geng ciwi-ciwi kici yang kece-kece. Para wanita yang mengaku kuat ini suka banget treveller, kami menyadari sering sekali langkah kami tak sekuat langkah para teman-teman kami yang pria, tapi kami selalu mencoba yang terbaik agar tak terlalu merepotkan mereka hahaha. endingnya tetap merepotkan si, tapi ya namanya juga temann. Friends always be there for u and understand you everytime!!

girls in action
namanya juga cewek cin

melanjutkan perjalanan dari bekol, sebelum sampai di tulisan taman nasional baluran, tepat berada di tikungan entah keberapa kami menemukann satu hal yang unik lagi, apa itu?? kepala hewan-hewan yang sudah diawetkan. wuaaaa... tandukk yang sangat kuatt
salah satu icon tempat ini
Saat perjalanan ingat ya guys jangan pernah buang sampah sembarangan. kelestariann tempat wisata adalah tanggung jawab kita. setiap tempat ada praturannya, patuhi ya sobat

don't break the rules!!
Seperti yang sudah kuutarakan sebelumnya sepanjang perjalanan ada banyak pohon-pohonan. Entah karena sudah kehabisan selera humor akhirnya pohon pun menjadi bahan bercandaan, apalagi waktu itu dalam stu mobil kami jom*lo semua hahaha.
pohon aja berdua, masa eluu... 
Yang sendiri itu bukan tidak mau berdua, hanya saja dia ingin memantapkan diri dulu #eaakkk
mencoba untuk kokok berdiri sendiri hahaha
Andd finally kami sampai juga di taman nasional Baluran, kegilaan kami pun mulai kumat. mungkin kami lelah, bahagia atau malah sudah lapar lagi atauuuu karena kami begitu terkejutt dengan pemandangan ini. oh begitu indahnya, ciptaan-Mu Tuhan


ntah lah mungkin kami sangat bahagia waktu itu

i'm gracea
pada saat mengambil tiket di gerbang awal, kami diberitahu bahwa diujung dari perjalanan ini kami akan bertemu dengan pantai, and we decided untuk sampai ke ujung yaituuu pantaii Bama. kami disambut hangat oleh monkey di pantai ini.
monkey

dua sobat iseng yang takkan pernah dilupakan

kamiii sangat bahagiaa
ini adalah ujung dari perjalanan kami di Baluran, dari pantai PAMA ini kami kembali dari jalan yang sama dan melanjutkaan perjalanan ke air terjun MADAKARIPURA. waktu itu sudah mulai mendung dan di perjalanan kami dilanda hujannn yang sangattt derass.

belum bisa move on dari green bay
green bay

Teman adalah teman berbagi tawa dan tangis. kalian akan selalu ada di memori ini sobattt. jika tua nanti kan hidup masing-masing ingatlah kita pernah bersama-sama ketempat ini












Kamis, 12 November 2015

BAPAK BUKAN PRIA SEMPURNA


kamu tidak bisa memilih lahir di suku mana,
negara mana
di keluarga siapa
dan rahim siapa
yang lain mungkin bisa kauubah

Bapak, aku and mamak around 2 years ago
aku sungguh mengucap syukur terlahir dalam keluarga ini, keluarga sembiring meliala mereka menyebutnya. kami dari suku karo, kalau kau pernah mendengar berita meletusnya gunung sinabung atau erupsi gunung sinabung yang belum berhenti sampai saat ini disanalah tanah karo. Sembiring Meliala adalah marga yang diturunkan oleh kakekku. Meteh Sembiring Meliala namanya (sebenarnya tabu bagi kami orang karo menyebut nama orang yang lebih tua dari kami apalagi itu adalah kakek kami)
bayak (kakek) sembiring meliala dan tigan (nenek)
mengapa aku mengucap syukur terlahir dalam kelaurga ini?
alasannya simple karena keluarga ini simple :)
keluargaku bukanlah keluarga yang kaya raya, bukan keluarga yang memiliki ladang jeruk ber hektare- hektare atau bukan juga keluarga yang mendapatkan warisan berlimpah. oh ya perlu kamu tahu bahwa sebagian besar bahkan hampir semua masyarakat karo memiliki kebun jeruk, sekalipun mereka memiliki tanaman-tanaman lain seperti cabai, sayur-sayuran, tomat atau buah-buah lain.

bapakku adalah seorang pendeta di gereja, dan karena oleh profesinya ini kami harus berpindah-pindah tempat setiap lima tahu sekali bahkan pernah kami tinggal di satu tempat hanya tiga tahun. tenanggg, bukan karna digusur atau karena diusir kami pindah tapi begitulah pola pelayanan yang ditetapkan oleh pusat gereja kami, sehingga jemaat di setiap daerah memiliki pendeta yang berbeda setiap lima tahun sekali (mungkin untuk menghilangkan rasa bosan jemaat juga kali ya, hehehe *mungkin) 
memakai stola GBKP
meskipun beliau adalah seorang pendeta bapak bukanlah seorang yang sempurna. bapak adalah manusia yang punya kekurangan. terkadang aku heran mengapa orang lain selalu berpikir bahwa pendeta bisa melakukan semuanya dan tidak boleh melakukan kesalahan. hei.. i just wanna say that my daddy is human, same with all of you. Pernah orang bertanya padaku "bapakndu ah pernah kang ia merawa i rumah?" kira-kira bahasa Indonesianya begini "bapak kamu pernah marah nggak sih kalau di rumah?" hello sekali lagi aka katakan bapak juga adalah manusia jadi kalau soal marah pasti pernah terlebih-lebih kalau kami anaknya melakukan kesalahan. jangankan marah nagis aja bapak bisa hehehe. 
bapak waktu di Bali
Pria yang berkaos putih diatas memiliki selera humor diatas rata-rata bapak-bapak pada umumnya, romantic dan full of care. Masih terekam dengan jelas dalam memoriku bagaimana dia mencritakan dongeng setiap malam sebelum tidur, terkadang dia dan mamakku bergantian bercerita sebagai pengantar tidur kami. ceritanya macam-macam bahkan ada cerita yang diulang sampai beberapa kali sehingga masih teringat jelas olehku sampai saat ini. mungkin lain kali akan kuceritakan dongen itu, dongeng yang mengajarkan kami untuk percaya kepada Tuhan seutuhnya, dongeng yang mengajarkan kami taat pada mereka selaku orangtua dan dongen yang banyak lagiii.
mamak, patner bapak dalam berdongeng sebelum kami tidur
next time aku akan cerita mengenai perempuan tangguh yang kupanggil mamak ini, dia wanita yang sungguh sungguh luar biasa menurutku. selain berdongeng aku juga masih ingat sekali bapakku ini mengajari aku berdeklamasi (berpuisi ditambah gerakan) dan berpuisi. waktu itu sebenarnya aku malas sekali jika disuruh berdeklamasi karenaa aku maluuu. setiap menjelang natal deklamasi ini sudah menjadi bagiannku, aku lupa apakah adikku Hanna Sembiring juga melakukan ini atau tidak tapi rasanya dia tidak pernah berdeklamasi, setiap kali aku berkunjung ke rumah tigan dan bayakku pasti aku disuruh memperlihatkan keahlianku ini DEKLAMASI. Deklamasinya masih aku hafal sampai sekarang sangking seringnya, tapi jika kuingat hal itu aku sungguh mengucap syukur. oh ya aku pernah juara 2 deklamasi TK se-Kab.Karo loh hehehe dan hadiahnya waktu itu handuk hahaha, hadiah itu aku berikan buat tiganku kalau nggak salah, aku agak lupa juga.
foto waktu TK, no 3 dari kanan
Hemmmm begitulah bapak mendidik kami menjadi pribadi yang berkarya. pernah sekali aku melakukan kesalahan yang fatal sekali. waktu itu kami baru pindah ke tempat yang baru, dan kami membeli kursi baru. Entah setan apa yang merasuki diriku waktu itu, sepulang sekolah aku mencoret-coret kursi itu, masih teringat dengan jelas aku menuliskan nama kakaku di kursi itu.

LIMIK
1+1= 2
Tulisan diatas aku tulis dengan besar di salah satu kursi baru kami itu. malam itu bapak dan mamakku pulang dari ladang dan menemukan tulisan itu. Tamat sudah riwayatku pikirku waktu itu. bapakku bertanya pada kami siapa yang melakukan itu, oh ya sebelumnya kami empat bersaudara semuanya wanita cantik ^__^ aku anak pertama, adikku hanna sembiring, srina ita sembiring dan Remia sembiring, jelas saja adik-adikku tidak mengaku toh yang nulis aku tapi pada waktu itu aku takut sekali untuk jujur. segala cara dilakukan bapakku, mulai dari suara yang agak tegas, tegas sampai suara memohon untuk kami mengaku. tapi aku belum juga mengaku sampai akhirnya bapakku mengabil sebuah kertas kosong dan pulpen dia menyuruh kami ber-3 menulis persis seperti tulisan yang ada di kursi itu (adikku remia belum bisa menulis waktu itu) dannnn jenggg survey membuktikan tulisan itu adalah tulisanku and finally aku mengaku. Aku sungguh takut akan dipukul atau dicubit waktu itu tapiii lagi-lagi bapakku yang penuh kasih tidak pernah mengajar kami dengan tangan hemmm jika aku mencoba-coba mengingat kembali bapak tidak pernah memukul bahkan mencubit ku. eh bukan berarti bapakku membiarkan aku begitu saja setelah mengaku ya, aku dinasehati dengan cerah ala pendetanya dan aku di "strap" tidak boleh bergerak dari tempat dudukku selama satu jam hikss sedih sekali sedangkan mereka makan makanan enak yang dibawa oleh bapak dan mamakku sebelumnya. terus terang hal itu tidak membuatku sakit hati tapi sekarang ini kusadari bapakku punya cara tersendiri menyadarkan kami akan kesalahan kami.

Dad, mom and me waktu malam perpisahan di diploma teknik sipil UGM
pagi-pagi benar tidak jarang bapakku membangunkan kami dengan caranya sendiri, masih ingat selera humor bapakku lumayan diatas rata-rata jadi jangan berpikir dia hanya akan memanggil dari luar dan mengatakan "ayoo bangun nak, sudah jam 06.00" no!! itu standart sekali, dia pasti do something sampai kami bangun dan tak ketinggalan sampai aku kelas 6 SD itu kami selalu diantar ke sekolah naik motor ber tiga dan adik-adikku. sekedar informasi aku dan ke tiga adikku sekolah di SD yang sama jadi bisa dikatakan semua guru-guru kami mengenal orangtua kami. mulai SMP kami baru berpencar hahaha.
aku, remia, srinaita dan hanna. dimana aku masih lebih tinggi dari mereka semua hahaha
Menjelang remaja aku juga termasuk dalam kategori yang suka membrontak, berantem sama mamak hal yang biasa kala itu, kalau sama bapak tidak terlalu si, tapi aku masih ingat sekali waktu masuh SMA aku tertarik untuk masuk ekskul pencinta alam, karena aku memang suka dengan alam dan bapak melarangku apalagi waktu itu kuutarakan mau naik gunung. setelah satu semester ikut ekskul pencinta alam ini tibalah waktunya kami semacam pengukuhan gitu kami bermain dengan alam, dan tak ketinggalan disuruh merangkak di sungai yang berlumpur, anddd pulang-pulang alergi ane kumat tahu kan akhir ceritanya aku tak diizinkan lagi ikut group pencinta alam, hikss. waktu itu si aku rada marah sama bapak tapi setelah diumurku sekarang ini aku mengerti karena dia sungguh mengasihiku apalagi waktu itu aku ngotot ikut naik gunung tapi beliau kekeh tidak mengizinkanku, alsannya karena umurku yang masih kecil, belum bisa jaga diri, dan lain-lain lagi, hemmm waktu itu aku jengkel sekali. Lagi, lagi dan lagi di umurku yang sekarang setelah aku tahu bagaimana resiko naik gunung itu aku mengerti mengapa bapak melarang anak gadisnya yang waktu itu masih kls 1 SMA naik gunung.

bapakku juga suka trevelling

Sebagai kepala keluarga aku suka sekali dengan sikap bapakku yang menerapkan sikap demokratis di keluarga kami. Jadi jika kamu di keluargaku mungkin kamu akan merasa heran karena kami sangat bebas dalam berpendapat. keputusan tertinggi bukanlah di bapak atau mamak selaku orangtua tapi di kamu karena kamu yang akan menjalani hidupmu cumannn bukan berarti bisa bertindak sesuka hati tetap harus ada diskusi sebelum memngabil keputusan. Saat memutuskan akan kuliah ke Jogja mereka tidak melarangku sama sekali, bahkan bapakku secara lisan mengatakan merantaulah agar kamu bisa lihat bahwa di dunia ini bukan cuman brastagi-kabanjahe-bunuraya-suka-bawang-rumah kabanjahe dan daerahh lain di tanah karo sana. satu pesan bapakku yang masih kuingat waktu itu sebelum aku berangkat "jaga diri dengan baik disana, jaga pergaulan, jangan sampai hamil" frontal banget nasehatnya tapi itulah bapakku dia terkadang mengatakan sesuatu dengan sangat tegas dan terus terang.

walau keadaan keluarga kami yang sangat sederhana, bapak selalu menabung untuk trevelling

Saat ini aku sudah meninggalkan rumah lebih kurang selama lima tahun karena kuliah, selama jauh dari mereka aku bisa merasakan dengan jelas bagaimana seorang ayah sangat mencintai dan mengkhwatirkan anak gadisnya yang ribuan km dari rumah. Masalah keuangan dalam keluargaku juga sangat terbuka jadi jika dirumah emang lagi butuh lebih untuk bulan itu maka bapakku dengan terus terang akan mengatakan untuk berhemat dan ketika bapak/mamak punya bonus kami juga akan kecipratan hahaha. dan bertepatan dengan waktu ini aku baru lulus kurang dari dua bulan jadi sudah mulai galau dengan pekerjaan so my daddy pikir aku sudah mulai stress so setiap kali telpon itu bapak menanyakan bagaimana kabar proses pekerjaan dan juga menyelipkan bumbu-bumbu agar aku tetap sabar dalam menanti pekerjaan.

kami ber empat, gracea-hanna-srinaita-remia sembiring family

thats my hero, my daddy. Cerita ini hanyalah sebagian kecil dari apa yang telah bapak lakukan dalam hidupku dan satu hal yang kupercaya secara pribadi bahwa karakterku saat ini tidak terlepas dari didikan seorang bapak. Sekali lagi kukatakan bahwa bapakku bukanlah bapak yang sempurna masih banyak sekali kekurangan yang ada pada dirinya. Tapi bagaimanapun kekurangan dan kelebihan yang dia punya beliau tetaplah seorang bapak dimata kami, bapak yang selalu berjuang untuk kebahagiaan kami, bapak yang siap kapanpun membela kami anak-anak gadisnya, bapak yang everything bangetlah buat kami.

i'm so pround of you mama biring


Rabu, 11 November 2015



BHIND THE SCENE PERJALANAN " GREEN BAY - BALURAN - MADAKARIPURA"


abaikan foto yang kurang menarik karena waktu itu cuaca baru selesai hujan 
perjalanan kami dimulai dari Surabaya, waktu itu kami baru selesai UTS. kami selesai ujian sekitar set.10 malam (kami anak lintas jalur jadi kuliahnya malam, ujiannya juga dapat jatah malam), sekitar jam 22.20-23.00 kami berangkat dari pom bensin Jln.Arif Rahman Hakim. kami berangkat menggunakan 2 mobil, sekitar pukul 23.30 kami sampai di Sidoarjo menjempu temennya mas Bagus ada dua orang waktu itu. berhubung saya nggk nyetir (emang nggk bisa nyetir, hehehe) saya ya molor aja *dasarrrr.

Pagi sekitar jam 4.30-an temen-temen shalat subuh dan perjalanan kami lanjutkan mencari sarapan terlebih dahulu. jam 06.00-an kami sarapan di salah satu tenda kuning di pinggir jalan di daerah pinggiran Banyuwangi. nah ada cerita ni di tempat makan ini, aku kasih tau ke kalian semua walaupun nasi pecel itu adalah makanan nasional dan ada di seluruh negri ini tapi sayurnya pasti berbeda-beda walaupun sekilas keliatan sama seantero Nusantara ini. contohnya di Surabaya rata-rata sayurnya itu kangkung, bayam dan touge, kalau di malang kadang ditambahkan dengan selada air (aku suka selada air). awalanya sayurannya terlihat segarrr banget dalam hati seneng banget karena makan dan kelihatannya enak eh memang enak si makanannya, enak banget malah cuman setelah makan setengah jalan aku baru menyadari ada salah satu jenis sayur yang aneh menurutku tapi tidak untuk teman-temanku. akhirnya kuselediki bentuk, batang dan warna sayur itu, omooo.... aku kaget banget karena jenis sayuran yang ada dipiringku saat itu adalah jenis rumput di tempatku (jadi bukan makanan di daerahku jenis sayur itu!!!!). untuk menghormati si ibu aku tetap makan tapi jenis sayur itu aku sisihkan. ini lah sebenarnya tujuan kami pagi itu!!!


KEREN BANGET!! 

untuk menuju tempat ini bukalah dengan cara yang mudah, jalan yang begitu sempit, melewati jembatan kayu yang sudah rusak perlu kamu tahu saat pulang salah satu ban mobil kami masuk ke kayu jembatan yang sudah bolong. mengerikan?? Iya pada waktu itu!! kami juga harus melewati jalan batu sehingga kecepatan kami harus lambat namun hal ini tidak membuat kami bosan karena selain canda, tawa dan gurau di kanan kiri , kami melewati perkebunan coklat, karet dan ada tubuhan lain yang begitu luas.

okeyy tibalah kami di parkiran GREEN BAY, yeeee.... hati serasa lega dengan udara yang masih begitu segarr sekali. apakah green bay sudah di depan mata kami? belum sodara hahaha. butuh waktu sekitar kurang lebih 1.5 jam berjalan kaki ke lokasi yang kami tuju. sebenarnya bisa sih naik kapal, tapi karena kami harus berhemat hahaha jadi kami memutuskan jalan kai saja. lagian kalau jalan kaki pasti banyak hal baru yang akan kami lihat.  dengan bertanya kepada penduduk setempat kami mendapatkan petujuk menuju Green Bay. hati senang, wuaaaa..
mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh warga setempat


Menikmati pemandangan sawah sembari berjalan :P



kami melewati sawah warga, ada orang-orangan dan ada gubuk yang dipakai petani sebagai tempat berlindung dari panas ataupun hujan. selain itu ada anjing juga of course temen-temenku kebanyakan takut, jika diingat lagi aku akan tersenyum-senyum dengan kejadian ini. oh ya medan yang kami lewati tidaklah gampang, kadang ada terjal yang harus kami lewati dan sering juga kami menemui turunan sehingga kaki kami harus kami kuatkan untuk menopang tubuh yang berat ini hahaha, selain jalan yang seperti bukit dan lembah, alay jalanan juga licin sekali waktu itu karena musim hujan. setelah melewati medan seperti hutan akhirnya kami bbertemu LAUTT dengan pantai yang berbatu. kami memilih beristirahat sebentar di tempat ini dan tak lupa juga mengambil foto biar eksis. sekitar 20 menit kami berhenti di tempat ini, lalu melanjutkan perjalanan ke green bay kurang lebih 15 menitan perjalanan kami tibaaaa di greeenn bay atau lebih sering disapa teluk hijau oleh penduduk setempat.


pantai batu (kami menamainya) kami pilih tempat beristirahat sejenak
kami beristirahat di pantai batu


OH MY GOD tempatnya indahhhh sekali, amboyyy!!! teluk dengan pantai pasir kecoklatan yang masih bersih sekali, dikelilingi oleh pohon-pohon berwarna hijau tua, hamparan lauttt yang keliatan hijau dan biru bersihhhhh sekali. ingin sekali rasanya nyebur waktu itu tapi niat kuurungkan mengingat aku punya baju pas-pasan hahahaha. disini kami menikmati pemandangan sampaii sekitar jam 14.00. oh ya selain telukkk yang begitu indah ada air terjun juga disana yang dijadikan sebagai tempat membilas badan setelah bermain-main di teluk. setelah ber wefie-wefie ria kami bersantai sejenak menghabiskan snack yang kami bawa dan kami pulangg karena cuaca mendung.
Tibaa di green bay
DEABAKKK, PRAISE THE LORD

view lain dari green bay
Melihat sunset/sunrise di ayunan itu sepertinya menyenangkan :)

my best friend in crime!! sebelum pulang kita wefie duluuu

semua foto yang ada di tulisan ini adalah ahsil jepretan dari teman-teman saya. sebenarnya masih banyak foto-fotonya maybe next time ya di share lagi.

bhind the scene perjalanan ke baluran dan madakaripura to be continiue ya .....









Kamis, 05 November 2015

ADIK-ADIKKU, I'M PROUND OF YOU

Sudah beberapa bulan ini aku terlibat dalam mengajar les gratis di PERKANTAS Surabaya. Hari minggu kemarin ( 1 nov 2015) aku dapat bagian mengajar di kls 2 SD. Awalnya dalam pikiranku mengajar kls 2 SD akan mengasyikkan karena selama ini dalam pikiranku mereka adalah anak yang gampang diajak bekerjasama (maksudnya nggk bandel hehehe) tapi sodara-sodara ternyata perkiraanku SALAH, mereka lumayan bandel juga hikss. Waktu itu ada 5 orang anak yang datang di kls 2, dua cewek ( reva dan rani) dan 3 cowok (irul, rifad dan nizar). okey, akan kuceritakan terlebih dahulu karakter dari adik-adik tercintaku ini karena walaupun aku belum pernah mengajar mereka aku cukup mengenal mereka. 

1. Reva --> anaknya sungguh bersemangat datang les, punya semangat dalam belajar *kalau tidak diganggu oleh temannya yang lain. Dia juga selalu mengajak adiknya yang masih TK datang les, kerennn kan hahaha. dan satu hal lagi selama ini aku belum pernah melihat dia absen lesnya. 
2. Rani --> nah kalau adikku yang satu ini agak moody orangnya, jadi perlu banget di dampingi secara peribadi. pokoknya kalau di dampingi dia akan ikut aja hehehe, oh ya satu lagi dia orangnya ngalahan.
3. Rifad --> adikku yang satu ini agak seriusan orangnya, pinter, bahkan terkadang disaat temen-temennya yang lain keliatan sudah rada "bosen" dia tetap akan bertanya ini,itu dan lain-lain. istilahnya ya rasa pengen tahunya dia itu lumayan tinggi.
4. Irul --> anak yang satu ini rada nyebelin si sebenarnya tapi kalau nggk ada dia nggk rame, ngangenin hahaha. orangnya sangat kocak, bertindak sesuka hatinya dan berbicara sesuka hatinya ( agak hiperaktif juga orangnya, haha). tapi walaupun bandel-bandel begini ya dia selalu datang loh lesnya, semangat belajarnya tinggi dan setiap kali disurh ngerjain soal ke depan dia akn angkat tangan (walaupun dia tidak bisa, hahaha) pokoknya prinsip dia itu yang penting kedepna dulu hahaha
5. Nizar --> nah yang ke lima ini adalah nizar, sebanrnya nizar ini baru datang sekali minggu lalu. nizar ini anaknya agak mudah terpengaruh sedikit dengan iru hahaha. tapii tenang kalau di dampingi ia tidak akan terpengaruh oleh temennya, hehehe.

nah itu dia karakter ke-5 adik-adikku yang di kls 2 SD, pada dasarnya mereka si mengasyikkan tapi karena keaktifan mereka yang sedikit agak berlebih sehingga butuk beberapa orang yang ikut mendampingi saat mengajar (padahal mereka cuman 5 orang) hahaha. Minggu kemarin bersyukurnya aku punya teman dalam mengajar jadi kita bisa gantian satu ngajar satu sebagai tim pengaman hahaha.

Hemmm semakin mengenal mereka satu-persatu semakin aku banyak belajar dari mereka tentang banyak hal, terutama aku banyak melihat bagaimana cerminan pendidikan Indonesia saat ini. ketika mereka bercerita bagaimana pengalam mereka di sekolah, bagaimana guru-guru mereka mengajar mereka dan bagaimana pergaulan mereka, sehingga membuatku semakin bergumul untuk mengajar, aaaaaaaa.

Senin, 12 Oktober 2015

AKU SENANG BELAJAR DI KELAS CERIA

sekitar sebulan yang lalu seorang tamu undangan kick andy mengatakan "lihat orang bahagia karena bantuan kita itu menyenangkan" saat itu saya berpikir sesederhana itukah untuk bahagia?? pertanyaan yang saya tanyakan pada diri saya sendiri waktu itu tak perlu saya jawab karena yang dikatakan oleh narasumber itu sudahlah pasti. Pada bulan agustus lalu saya mulai mengajar di les gratis yang bernama kelas ceria di perkantas. sebenarnya saya bukanlah tipe orang yang bisa berkomunikasi dengan cepat terhadap anak-anak. Bertindak sok kenal sama anak-anak mengajak mereka bercanda sungguh saya tidak punya keahlian dalam bidang itu (walaupun saya pernah menjadi guru sekolah minggu sekitar 5 bulanan dulu hehehe). Waktu itu saya berpikir ini adalah salah satu wadah dimana saya bisa mengerti dunia anak-anak. So, saya harus belajar karena disisi lain saya memang suka mengajar.
belajar harus dibuat ceria dong :)


flash back ke dua tahun lalu, sebenarnya saya sudah pernah mengajar les privat seorang anak SMP, anaknya asik, pinter, punya wawasan luas, sudah punya cita-cita (bukan sekedar cita-cita seperti dokter,pilot atau polisi) menjadi seorang diplomat, dan ajaibnya dia tau mengapa dia memilih diplomat sebagi cita-citranya. mengenai anak ini mungkin akan saya bahas di tulisan lain nantinya. kembali ke bulan agustus, pertama mengajar saya adalah anak kelas lima dan kelas enam SD, deabakkk anaknya bandel sekali sungguh diluar pemikiranku. kalau anaknya bandel tapi pinter masih okelah ya, tapi ini sungguh diluar dugaan saya. Akhirnya hari itu saya putuskan untuk memahami karakter anak-anak ini dan tidak memberi materi yang agak berat. setelah selesai mengajar hari itu saya berpikir bagaimana bisa mereka seperti itu. kalau menurut saya pribadi ya mereka mampu untuk memngerti, mereka pasti bisa kalau diajari dengan baik. saya mulai bertanya-tanya dalam hati apakah sekolah sudah tidak menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh? apakah lingkungan memang memaksa mereka secara tidak sadar untuk tidak belajar? banyak pertanyaan dalam benak saya waktu itu.

kalau lagi mewarnai si anteng hahaha


bersyukur sudah 2 bulan ini saya ikut mengajar di tempat ini banyak perubahan yang saya amati dan itu sungguh amat baik. dalam dua bulan ini sudah mulai kelihatan mana anak yang memang sungguh-sungguh ingin belajar, mana anak-anak yang datang untuk bermain, mana anak-anak yang begituu aktif sampai yang hiper aktif, seriusan di tempat kami mengajar ini anak-anak yang bandelnya luar biasa banyak sekali, terutama yang kelas 3SD. tapi ini bukan alasan kami untuk malas mengajar mereka, malahan dengan karakter anak-anak yang beraneka ragam ini membuat saya pribadi belajar banyak hal. membenarkan kembali kalimat di awal, sungguh sangat menyenagkan bisa melihat anak-anak itu bahagia. ada perasaan yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata ketika melihat mereka bahagia. berharap kelas ini akan tetap bertahan

TK dan KLS 1 di kelas ceria



Jumat, 14 Agustus 2015

menulis

sebenarnya blog ini sudah ada sejak 2011, tapi karena berbagai hal aku mengabaikannya. seorang pernah berkata padaku "semua yang terjadi hari ini akan menjadi sejarah". kita tidak tahu apa yang akan terjadi 500 tahun ke depan, seperti apa bentuk manusia, seperti apa bentuk bumi ini, dan yang paling penting lagi adalah bagaimana orang-orang yang hidup di zaman 500 tahun kedepan akan tahu bahwa ada kehidupan seperti yang ada sekarang ini. TULISAN, ya sejarah akan diketahui dari tulisan. Tulisan dapat memberitahu kita tentang segala hal.

aku bukan seorang yang ahli dalam menulis, bahkan secara jujur aku belum pernah ikut kursus menulis. tapi saat ini aku mau belajar untuk dapat menuliskan segala sesuatu. hari ini aku merasa bahwa aku harus menulis, terlepas dari apakah tulisan itu menarik atau bukan, seiring dengan berlajannya waktu mungkin tulisanku akan menjadi lebih baik.

semangat menulis :)

Patner Skripsi

Oke aku akan mulai dengan siapa diriku, aku adalah seorang mahasiswi jurusan teknik sipil program lintas jalur yang artinya aku sudah pernah D3. Bagiku kuliah di jurusan ini adalah perjuangan  karena aku bukanlah seorang yang pandai dalam berlogika, bukan seorang yang cepat untuk mengerti, bukan penggemar matematika apalagi fisika, bukan seorang yang pandai dalam berimajinasi dan menuangkannya dalam gambar sedangkan sebagian besar matakuliahku di jurusan ini menuntut semua itu. Awalnya aku sering berkata bahwa aku ini salah jurusan tapi saat ini aku mengerti bahwa tidak ada yang salah karena aku menyadari bahwa selama 5 tahun di jurusan ini (D3+S1)  Tuhan banyak memproses diriku menjadi pribadi yang lebih dewasa.
Akhir Januari karena kasih karunia-Nya aku melewati proposal Tugas Akhir ditambah dengan revisi dan la..la..la.. semua urusan proposal selesai di akhir januari. Dan di februari semuanya dimulai dengan semester baru  yaitu kuliah dengan 4 matakuliah biasa dan ditambah 1 matakuliah skripsi. Jadi kami di Lintas Jalur ini tetap dapat paketan matakuliah walaupun sedang mengerjakan skripsi. Jadi buat teman-teman mahasiswa taulah bagaimana perasaanku. Aku mengambil konsentrasi manajemen konstruksi khususnya di bidang penetapan harga jadi berbau ekonomi teknik gitu deh. Ekonomi teknik bukanlah matakuliah yang eksis di teknik sipil, dalam 2 tahun kuliah matakuliah ini hanya muncul 1 kali dalam 1 semester dan itu hanya 2 sks. Jadi dipastikan siapapun yang mengambil TA yang berhubungan dengan bagian ini harus belajar lebih banyak lagi.
Dosen pembimbingku bukan seorang yang sembarangan  beliau lumayan terkenal di kalangan mahasiswa dan dosen, terkenal galak maksudnya. Beliau tidak akan pernah ragu memberi “nasihat” atau “mengajari” dengan nada yang tinggi, walaupun beliau menasehatimu di ruang yang tertutup yakinlah suaranya akan kedengaran dengan jelas sampai radius 20m. Tapi aku suka sebagian kepribadianya, seorang yang berintegritas. Integritas yah integritas karakter yang sulit aku temukan pada dosen-dosen yang lain. Aku pernah melihat beliau “menasehati” mahasiswa S3 dari luar cukup membuatku takut untuk masuk waktu itu, tapi aku mencoba memberanikan diri dan berkata dalam hati “God, please temani aku masuk ruangan  ini dan ajari aku berkata-kata.” Tuhan membuat itu terjadi sungguh diluar dugaanku 1 satu menit yang lalu beliau naik darah karena bapak S3 itu dan berubah seketika saat bertemu denganku seolah tidak ada apa-apa. Itulah dosen pembimbingku yang bisa mengendalikan moodnya.
Sebenarnya empat bulan terahir ini suara keras beliau menasehati teman-teman satu bimbinganku sudah menjadi hal yang biasa kudengar dan juga pemikiran-pemikirannya yang sungguh diluar perkiraanku. Hitungan yang keliru, konsep yang membelok, pemikiran yang bercabang, whatsapp yang kadang-kadang menegangkan dengan beliau adalah hal yang sudah biasa bagiku. Satu hal yang masih sangat kuherankan sampai saat ini, beliau belum pernah “menasehati” diriku dengan nada tinggi saat aku asistensi sendirian bahkan pernah sekali aku melakukan kesalahan besar, waktu itu aku pikir habislah aku tapi lagi Tuhan menenangkan hati beliau dan menasehatiku dengan penuh kasih untuk menyadarkanku akan kesalahanku dan memaksaku untuk memikirkan bagaimana jalan keluarnya. Aku ingat hari itu hari jumat dan pikiranku jadi tidak karuan sampai hari selasa, karena belum tahu jalan keluar dari masalah itu.
Kejadian dimana Tuhan mendampingiku secara terus-menerus saat konsultasi bukan berarti aku menjadi begitu santai saat akan bimbingan. Masih ada perasaan deg-degan setiap kali bertemu beliau, aku juga tidak tahu kenapa perasaanku begitu saat akan bimbingan, mungkin  karena aku agak sering melihat beliau dengan nada tingginya sedangkan aku bukanlah tipe orang yang kuat mendengar suara dengan nada tinggi. Mungkin terlihat aneh bagi kalian tapi inilah yang menjadi kebiasaanku di depan ruangan beliau saat menunggu giliranku untuk asistensi menyanyikan lagu KJ 410 “Tenanglah Kini Hatiku”. Konyol bukan? Tapi itu benar-benar terjadi.
Dalam hal inilah Tuhan memprosesku, ya aku merasakan bagaimana untuk ke sekian kalinya Tuhan menolongku. Tuhan memperlihatkan kelemahanku dan meyadarkanku satu hal bahwa aku tidak akan mungkin bisa menyelesaikan ini semua dengan kekuatanku terlebih-lebih aku bukanlah seorang yang pintar seperti yang kukatakan sebelumnya. Tuhan yang membuat berhasil bukan aku. Saat teduhku pagi itu dari bilangan 22:36-23:30 : Tuhan sangat melindungi Israel, saat itu Israel tenang dan tidak tahu menahu adanya bahaya dari Balak yang mengancam. Tuhan yang perperang bagi Israel. Firman ini sangat mengejutkanku dan menyadarkanku kembali “Tuhan berperang untukku, Dia berjuang melindungiku di dalam ketidaktahuanku termasuk dalam tugas akhir ini” sungguh kuterpesona dengan apa yang telah Dia lakukan. Kalau kamu tahu video the lives on scene dimana Yesus membisikkan ke seorang guru untuk menolong seorang murid yang tidak bisa mengerjakan tugasnya kurasa begitulah Allah menolongku melalui dosen pembimbingku ini.

Aku tidak akan menuliskan bahwa mengerjakan tugas akhir itu gampang karena memang butuh perjuangan untuk menyelesaikannya bahkan air mata (cewek J), setidaknya itu yang kurasakan setelah melewati dua kali menyusun tugas akhir. Tulisan ini hanyalah salah satu masalah yang mungkin akan dihadapi saat skripsi. Masih ada persoalan-persoalan lain yang harus dihadapi. Tapi satu hal Tuhan ada disana, disamping kita menemani kita dalam setiap proses agar dapat menyelesaikannya dengan baik. Dia akan ikut menemani kita saat lembur, Dia akan memelukmu saat semua terasa melelahkan, Dia akan mencoba mengingatkan kita hal-hal spele yang terlupakan oleh kita, dan Dia akan duduk di sebelah kita saat konsultasi/asistensi dengan dosen pembimbing bahkan Dia akan menolong kita berkata-kata saat semuanya terasa ngeblank. Begitulah Tuhan patner Tugas Akhirku kami bersama-sama meyusuri setiap langkah, setiap proses untuk dapat menyelesaikannya. Sekali lagi bukan kehebatanku tapi karena kehebatan “Patnerku” ini lah semuanya bisa selesai.