Jumat, 14 Agustus 2015

menulis

sebenarnya blog ini sudah ada sejak 2011, tapi karena berbagai hal aku mengabaikannya. seorang pernah berkata padaku "semua yang terjadi hari ini akan menjadi sejarah". kita tidak tahu apa yang akan terjadi 500 tahun ke depan, seperti apa bentuk manusia, seperti apa bentuk bumi ini, dan yang paling penting lagi adalah bagaimana orang-orang yang hidup di zaman 500 tahun kedepan akan tahu bahwa ada kehidupan seperti yang ada sekarang ini. TULISAN, ya sejarah akan diketahui dari tulisan. Tulisan dapat memberitahu kita tentang segala hal.

aku bukan seorang yang ahli dalam menulis, bahkan secara jujur aku belum pernah ikut kursus menulis. tapi saat ini aku mau belajar untuk dapat menuliskan segala sesuatu. hari ini aku merasa bahwa aku harus menulis, terlepas dari apakah tulisan itu menarik atau bukan, seiring dengan berlajannya waktu mungkin tulisanku akan menjadi lebih baik.

semangat menulis :)

Patner Skripsi

Oke aku akan mulai dengan siapa diriku, aku adalah seorang mahasiswi jurusan teknik sipil program lintas jalur yang artinya aku sudah pernah D3. Bagiku kuliah di jurusan ini adalah perjuangan  karena aku bukanlah seorang yang pandai dalam berlogika, bukan seorang yang cepat untuk mengerti, bukan penggemar matematika apalagi fisika, bukan seorang yang pandai dalam berimajinasi dan menuangkannya dalam gambar sedangkan sebagian besar matakuliahku di jurusan ini menuntut semua itu. Awalnya aku sering berkata bahwa aku ini salah jurusan tapi saat ini aku mengerti bahwa tidak ada yang salah karena aku menyadari bahwa selama 5 tahun di jurusan ini (D3+S1)  Tuhan banyak memproses diriku menjadi pribadi yang lebih dewasa.
Akhir Januari karena kasih karunia-Nya aku melewati proposal Tugas Akhir ditambah dengan revisi dan la..la..la.. semua urusan proposal selesai di akhir januari. Dan di februari semuanya dimulai dengan semester baru  yaitu kuliah dengan 4 matakuliah biasa dan ditambah 1 matakuliah skripsi. Jadi kami di Lintas Jalur ini tetap dapat paketan matakuliah walaupun sedang mengerjakan skripsi. Jadi buat teman-teman mahasiswa taulah bagaimana perasaanku. Aku mengambil konsentrasi manajemen konstruksi khususnya di bidang penetapan harga jadi berbau ekonomi teknik gitu deh. Ekonomi teknik bukanlah matakuliah yang eksis di teknik sipil, dalam 2 tahun kuliah matakuliah ini hanya muncul 1 kali dalam 1 semester dan itu hanya 2 sks. Jadi dipastikan siapapun yang mengambil TA yang berhubungan dengan bagian ini harus belajar lebih banyak lagi.
Dosen pembimbingku bukan seorang yang sembarangan  beliau lumayan terkenal di kalangan mahasiswa dan dosen, terkenal galak maksudnya. Beliau tidak akan pernah ragu memberi “nasihat” atau “mengajari” dengan nada yang tinggi, walaupun beliau menasehatimu di ruang yang tertutup yakinlah suaranya akan kedengaran dengan jelas sampai radius 20m. Tapi aku suka sebagian kepribadianya, seorang yang berintegritas. Integritas yah integritas karakter yang sulit aku temukan pada dosen-dosen yang lain. Aku pernah melihat beliau “menasehati” mahasiswa S3 dari luar cukup membuatku takut untuk masuk waktu itu, tapi aku mencoba memberanikan diri dan berkata dalam hati “God, please temani aku masuk ruangan  ini dan ajari aku berkata-kata.” Tuhan membuat itu terjadi sungguh diluar dugaanku 1 satu menit yang lalu beliau naik darah karena bapak S3 itu dan berubah seketika saat bertemu denganku seolah tidak ada apa-apa. Itulah dosen pembimbingku yang bisa mengendalikan moodnya.
Sebenarnya empat bulan terahir ini suara keras beliau menasehati teman-teman satu bimbinganku sudah menjadi hal yang biasa kudengar dan juga pemikiran-pemikirannya yang sungguh diluar perkiraanku. Hitungan yang keliru, konsep yang membelok, pemikiran yang bercabang, whatsapp yang kadang-kadang menegangkan dengan beliau adalah hal yang sudah biasa bagiku. Satu hal yang masih sangat kuherankan sampai saat ini, beliau belum pernah “menasehati” diriku dengan nada tinggi saat aku asistensi sendirian bahkan pernah sekali aku melakukan kesalahan besar, waktu itu aku pikir habislah aku tapi lagi Tuhan menenangkan hati beliau dan menasehatiku dengan penuh kasih untuk menyadarkanku akan kesalahanku dan memaksaku untuk memikirkan bagaimana jalan keluarnya. Aku ingat hari itu hari jumat dan pikiranku jadi tidak karuan sampai hari selasa, karena belum tahu jalan keluar dari masalah itu.
Kejadian dimana Tuhan mendampingiku secara terus-menerus saat konsultasi bukan berarti aku menjadi begitu santai saat akan bimbingan. Masih ada perasaan deg-degan setiap kali bertemu beliau, aku juga tidak tahu kenapa perasaanku begitu saat akan bimbingan, mungkin  karena aku agak sering melihat beliau dengan nada tingginya sedangkan aku bukanlah tipe orang yang kuat mendengar suara dengan nada tinggi. Mungkin terlihat aneh bagi kalian tapi inilah yang menjadi kebiasaanku di depan ruangan beliau saat menunggu giliranku untuk asistensi menyanyikan lagu KJ 410 “Tenanglah Kini Hatiku”. Konyol bukan? Tapi itu benar-benar terjadi.
Dalam hal inilah Tuhan memprosesku, ya aku merasakan bagaimana untuk ke sekian kalinya Tuhan menolongku. Tuhan memperlihatkan kelemahanku dan meyadarkanku satu hal bahwa aku tidak akan mungkin bisa menyelesaikan ini semua dengan kekuatanku terlebih-lebih aku bukanlah seorang yang pintar seperti yang kukatakan sebelumnya. Tuhan yang membuat berhasil bukan aku. Saat teduhku pagi itu dari bilangan 22:36-23:30 : Tuhan sangat melindungi Israel, saat itu Israel tenang dan tidak tahu menahu adanya bahaya dari Balak yang mengancam. Tuhan yang perperang bagi Israel. Firman ini sangat mengejutkanku dan menyadarkanku kembali “Tuhan berperang untukku, Dia berjuang melindungiku di dalam ketidaktahuanku termasuk dalam tugas akhir ini” sungguh kuterpesona dengan apa yang telah Dia lakukan. Kalau kamu tahu video the lives on scene dimana Yesus membisikkan ke seorang guru untuk menolong seorang murid yang tidak bisa mengerjakan tugasnya kurasa begitulah Allah menolongku melalui dosen pembimbingku ini.

Aku tidak akan menuliskan bahwa mengerjakan tugas akhir itu gampang karena memang butuh perjuangan untuk menyelesaikannya bahkan air mata (cewek J), setidaknya itu yang kurasakan setelah melewati dua kali menyusun tugas akhir. Tulisan ini hanyalah salah satu masalah yang mungkin akan dihadapi saat skripsi. Masih ada persoalan-persoalan lain yang harus dihadapi. Tapi satu hal Tuhan ada disana, disamping kita menemani kita dalam setiap proses agar dapat menyelesaikannya dengan baik. Dia akan ikut menemani kita saat lembur, Dia akan memelukmu saat semua terasa melelahkan, Dia akan mencoba mengingatkan kita hal-hal spele yang terlupakan oleh kita, dan Dia akan duduk di sebelah kita saat konsultasi/asistensi dengan dosen pembimbing bahkan Dia akan menolong kita berkata-kata saat semuanya terasa ngeblank. Begitulah Tuhan patner Tugas Akhirku kami bersama-sama meyusuri setiap langkah, setiap proses untuk dapat menyelesaikannya. Sekali lagi bukan kehebatanku tapi karena kehebatan “Patnerku” ini lah semuanya bisa selesai.