BAPAK BUKAN PRIA SEMPURNA
kamu tidak bisa memilih lahir di suku mana,
negara mana
di keluarga siapa
dan rahim siapa
yang lain mungkin bisa kauubah
 |
| Bapak, aku and mamak around 2 years ago |
aku sungguh mengucap syukur terlahir dalam keluarga ini, keluarga sembiring meliala mereka menyebutnya. kami dari suku karo, kalau kau pernah mendengar berita meletusnya gunung sinabung atau erupsi gunung sinabung yang belum berhenti sampai saat ini disanalah tanah karo. Sembiring Meliala adalah marga yang diturunkan oleh kakekku. Meteh Sembiring Meliala namanya (sebenarnya tabu bagi kami orang karo menyebut nama orang yang lebih tua dari kami apalagi itu adalah kakek kami)
 |
| bayak (kakek) sembiring meliala dan tigan (nenek) |
mengapa aku mengucap syukur terlahir dalam kelaurga ini?
alasannya simple karena keluarga ini simple :)
keluargaku bukanlah keluarga yang kaya raya, bukan keluarga yang memiliki ladang jeruk ber hektare- hektare atau bukan juga keluarga yang mendapatkan warisan berlimpah. oh ya perlu kamu tahu bahwa sebagian besar bahkan hampir semua masyarakat karo memiliki kebun jeruk, sekalipun mereka memiliki tanaman-tanaman lain seperti cabai, sayur-sayuran, tomat atau buah-buah lain.
bapakku adalah seorang pendeta di gereja, dan karena oleh profesinya ini kami harus berpindah-pindah tempat setiap lima tahu sekali bahkan pernah kami tinggal di satu tempat hanya tiga tahun. tenanggg, bukan karna digusur atau karena diusir kami pindah tapi begitulah pola pelayanan yang ditetapkan oleh pusat gereja kami, sehingga jemaat di setiap daerah memiliki pendeta yang berbeda setiap lima tahun sekali (mungkin untuk menghilangkan rasa bosan jemaat juga kali ya, hehehe *mungkin)
 |
| memakai stola GBKP |
meskipun beliau adalah seorang pendeta bapak bukanlah seorang yang sempurna. bapak adalah manusia yang punya kekurangan. terkadang aku heran mengapa orang lain selalu berpikir bahwa pendeta bisa melakukan semuanya dan tidak boleh melakukan kesalahan. hei.. i just wanna say that my daddy is human, same with all of you. Pernah orang bertanya padaku "bapakndu ah pernah kang ia merawa i rumah?" kira-kira bahasa Indonesianya begini "bapak kamu pernah marah nggak sih kalau di rumah?" hello sekali lagi aka katakan bapak juga adalah manusia jadi kalau soal marah pasti pernah terlebih-lebih kalau kami anaknya melakukan kesalahan. jangankan marah nagis aja bapak bisa hehehe.
 |
| bapak waktu di Bali |
Pria yang berkaos putih diatas memiliki selera humor diatas rata-rata bapak-bapak pada umumnya, romantic dan full of care. Masih terekam dengan jelas dalam memoriku bagaimana dia mencritakan dongeng setiap malam sebelum tidur, terkadang dia dan mamakku bergantian bercerita sebagai pengantar tidur kami. ceritanya macam-macam bahkan ada cerita yang diulang sampai beberapa kali sehingga masih teringat jelas olehku sampai saat ini. mungkin lain kali akan kuceritakan dongen itu, dongeng yang mengajarkan kami untuk percaya kepada Tuhan seutuhnya, dongeng yang mengajarkan kami taat pada mereka selaku orangtua dan dongen yang banyak lagiii.
 |
| mamak, patner bapak dalam berdongeng sebelum kami tidur |
next time aku akan cerita mengenai perempuan tangguh yang kupanggil mamak ini, dia wanita yang sungguh sungguh luar biasa menurutku. selain berdongeng aku juga masih ingat sekali bapakku ini mengajari aku berdeklamasi (berpuisi ditambah gerakan) dan berpuisi. waktu itu sebenarnya aku malas sekali jika disuruh berdeklamasi karenaa aku maluuu. setiap menjelang natal deklamasi ini sudah menjadi bagiannku, aku lupa apakah adikku Hanna Sembiring juga melakukan ini atau tidak tapi rasanya dia tidak pernah berdeklamasi, setiap kali aku berkunjung ke rumah tigan dan bayakku pasti aku disuruh memperlihatkan keahlianku ini DEKLAMASI. Deklamasinya masih aku hafal sampai sekarang sangking seringnya, tapi jika kuingat hal itu aku sungguh mengucap syukur. oh ya aku pernah juara 2 deklamasi TK se-Kab.Karo loh hehehe dan hadiahnya waktu itu handuk hahaha, hadiah itu aku berikan buat tiganku kalau nggak salah, aku agak lupa juga.
 |
| foto waktu TK, no 3 dari kanan |
Hemmmm begitulah bapak mendidik kami menjadi pribadi yang berkarya. pernah sekali aku melakukan kesalahan yang fatal sekali. waktu itu kami baru pindah ke tempat yang baru, dan kami membeli kursi baru. Entah setan apa yang merasuki diriku waktu itu, sepulang sekolah aku mencoret-coret kursi itu, masih teringat dengan jelas aku menuliskan nama kakaku di kursi itu.
LIMIK
1+1= 2
Tulisan diatas aku tulis dengan besar di salah satu kursi baru kami itu. malam itu bapak dan mamakku pulang dari ladang dan menemukan tulisan itu. Tamat sudah riwayatku pikirku waktu itu. bapakku bertanya pada kami siapa yang melakukan itu, oh ya sebelumnya kami empat bersaudara semuanya wanita cantik ^__^ aku anak pertama, adikku hanna sembiring, srina ita sembiring dan Remia sembiring, jelas saja adik-adikku tidak mengaku toh yang nulis aku tapi pada waktu itu aku takut sekali untuk jujur. segala cara dilakukan bapakku, mulai dari suara yang agak tegas, tegas sampai suara memohon untuk kami mengaku. tapi aku belum juga mengaku sampai akhirnya bapakku mengabil sebuah kertas kosong dan pulpen dia menyuruh kami ber-3 menulis persis seperti tulisan yang ada di kursi itu (adikku remia belum bisa menulis waktu itu) dannnn jenggg survey membuktikan tulisan itu adalah tulisanku and finally aku mengaku. Aku sungguh takut akan dipukul atau dicubit waktu itu tapiii lagi-lagi bapakku yang penuh kasih tidak pernah mengajar kami dengan tangan hemmm jika aku mencoba-coba mengingat kembali bapak tidak pernah memukul bahkan mencubit ku. eh bukan berarti bapakku membiarkan aku begitu saja setelah mengaku ya, aku dinasehati dengan cerah ala pendetanya dan aku di "strap" tidak boleh bergerak dari tempat dudukku selama satu jam hikss sedih sekali sedangkan mereka makan makanan enak yang dibawa oleh bapak dan mamakku sebelumnya. terus terang hal itu tidak membuatku sakit hati tapi sekarang ini kusadari bapakku punya cara tersendiri menyadarkan kami akan kesalahan kami.
 |
| Dad, mom and me waktu malam perpisahan di diploma teknik sipil UGM |
pagi-pagi benar tidak jarang bapakku membangunkan kami dengan caranya sendiri, masih ingat selera humor bapakku lumayan diatas rata-rata jadi jangan berpikir dia hanya akan memanggil dari luar dan mengatakan "ayoo bangun nak, sudah jam 06.00" no!! itu standart sekali, dia pasti do something sampai kami bangun dan tak ketinggalan sampai aku kelas 6 SD itu kami selalu diantar ke sekolah naik motor ber tiga dan adik-adikku. sekedar informasi aku dan ke tiga adikku sekolah di SD yang sama jadi bisa dikatakan semua guru-guru kami mengenal orangtua kami. mulai SMP kami baru berpencar hahaha.
 |
| aku, remia, srinaita dan hanna. dimana aku masih lebih tinggi dari mereka semua hahaha |
Menjelang remaja aku juga termasuk dalam kategori yang suka membrontak, berantem sama mamak hal yang biasa kala itu, kalau sama bapak tidak terlalu si, tapi aku masih ingat sekali waktu masuh SMA aku tertarik untuk masuk ekskul pencinta alam, karena aku memang suka dengan alam dan bapak melarangku apalagi waktu itu kuutarakan mau naik gunung. setelah satu semester ikut ekskul pencinta alam ini tibalah waktunya kami semacam pengukuhan gitu kami bermain dengan alam, dan tak ketinggalan disuruh merangkak di sungai yang berlumpur, anddd pulang-pulang alergi ane kumat tahu kan akhir ceritanya aku tak diizinkan lagi ikut group pencinta alam, hikss. waktu itu si aku rada marah sama bapak tapi setelah diumurku sekarang ini aku mengerti karena dia sungguh mengasihiku apalagi waktu itu aku ngotot ikut naik gunung tapi beliau kekeh tidak mengizinkanku, alsannya karena umurku yang masih kecil, belum bisa jaga diri, dan lain-lain lagi, hemmm waktu itu aku jengkel sekali. Lagi, lagi dan lagi di umurku yang sekarang setelah aku tahu bagaimana resiko naik gunung itu aku mengerti mengapa bapak melarang anak gadisnya yang waktu itu masih kls 1 SMA naik gunung.
 |
bapakku juga suka trevelling
|
Sebagai kepala keluarga aku suka sekali dengan sikap bapakku yang menerapkan sikap demokratis di keluarga kami. Jadi jika kamu di keluargaku mungkin kamu akan merasa heran karena kami sangat bebas dalam berpendapat. keputusan tertinggi bukanlah di bapak atau mamak selaku orangtua tapi di kamu karena kamu yang akan menjalani hidupmu cumannn bukan berarti bisa bertindak sesuka hati tetap harus ada diskusi sebelum memngabil keputusan. Saat memutuskan akan kuliah ke Jogja mereka tidak melarangku sama sekali, bahkan bapakku secara lisan mengatakan merantaulah agar kamu bisa lihat bahwa di dunia ini bukan cuman brastagi-kabanjahe-bunuraya-suka-bawang-rumah kabanjahe dan daerahh lain di tanah karo sana. satu pesan bapakku yang masih kuingat waktu itu sebelum aku berangkat "jaga diri dengan baik disana, jaga pergaulan, jangan sampai hamil" frontal banget nasehatnya tapi itulah bapakku dia terkadang mengatakan sesuatu dengan sangat tegas dan terus terang.
 |
| walau keadaan keluarga kami yang sangat sederhana, bapak selalu menabung untuk trevelling |
Saat ini aku sudah meninggalkan rumah lebih kurang selama lima tahun karena kuliah, selama jauh dari mereka aku bisa merasakan dengan jelas bagaimana seorang ayah sangat mencintai dan mengkhwatirkan anak gadisnya yang ribuan km dari rumah. Masalah keuangan dalam keluargaku juga sangat terbuka jadi jika dirumah emang lagi butuh lebih untuk bulan itu maka bapakku dengan terus terang akan mengatakan untuk berhemat dan ketika bapak/mamak punya bonus kami juga akan kecipratan hahaha. dan bertepatan dengan waktu ini aku baru lulus kurang dari dua bulan jadi sudah mulai galau dengan pekerjaan so my daddy pikir aku sudah mulai stress so setiap kali telpon itu bapak menanyakan bagaimana kabar proses pekerjaan dan juga menyelipkan bumbu-bumbu agar aku tetap sabar dalam menanti pekerjaan.
 |
kami ber empat, gracea-hanna-srinaita-remia sembiring family
|
thats my hero, my daddy. Cerita ini hanyalah sebagian kecil dari apa yang telah bapak lakukan dalam hidupku dan satu hal yang kupercaya secara pribadi bahwa karakterku saat ini tidak terlepas dari didikan seorang bapak. Sekali lagi kukatakan bahwa bapakku bukanlah bapak yang sempurna masih banyak sekali kekurangan yang ada pada dirinya. Tapi bagaimanapun kekurangan dan kelebihan yang dia punya beliau tetaplah seorang bapak dimata kami, bapak yang selalu berjuang untuk kebahagiaan kami, bapak yang siap kapanpun membela kami anak-anak gadisnya, bapak yang everything bangetlah buat kami.
 |
| i'm so pround of you mama biring |