Sabtu, 06 Mei 2017

BELAJAR BUAT DONGENG


Hari itu di kantor lagi mati lampu, iseng-iseng nulis dongeng di note.
for the first time, aku nulis sesuatu yang memakai imajinasi.
semoga tidak terlalu buruk ya, masih belajar menulis yang berbau imajinasi hehehe.

Zozo  and Popo

Di sebuah hutan lebat yang gelap,
hiduplah beberapa kelompok hewan
dan yang paling kecil diataranya adalah tikus. Dan yang paling muda diantara tikus-tikus itu bernama Popo.

Popo adalah  tikus yang sangat sombong.
Ia sering mengejek Zozo. Zozo adalah seokor kura-kura yang bertetangga dengannya.
Zozo adalah kura-kura yang lamban dalam hal apapun, terutama dalam berjalan.

Saat itu hari menjelang sore
Popo dan Zozo bermain bersama, mereka jalan-jalan disekitar hutan.
Zozo begitu lambat berjalan, sehingga popo pun menjadi kesal dengannya.

“Zozo cepatlah sedikit! Mengapa kau begitu lambat, aku lelah berjalan bersamamu.”
Sambil terengha-engah Zozo mengikuti popo.
“Aku sudah lelah, bolehkah kita istirahat sebentar?”
“TIDAK! Kamu ahrus berlari mengikutiku.”
“Kakiku begitu lincah berjalan, sedangkan kakimu itu sangat lambat,  bahkan ketika aku berjalan pun tidak sebanding dengan caramu berlari.”
Begitulah Popo mengejek temannya Zozo.

“Oh ya selain bisa berlari cepat aku juga bisa memanjat pepohonan
 dan melihat keindahan dari atas,
tahukah kau betapa indahnya jika melihat pemandangan dari atas pohon tinggi itu?” tukasnya kembali.
“sedangkan kamu hanya bisa melihat rerumputan yang ada di bawah sana, HA…HA…HA…” Tawa Popo penuh dengan cela.
Zozo hanya diam dan berusaha mengikuti langkah kaki Popo.

Dengan penuh semangat Popo berlari kesana kemari
Memperlihatkan kesombongannya kepada Zozo.
Ia tidak menyadari ada lobang besar di depannya, dan dia pun  terjatuh.

“Zozo… tolong, tolong, tolong akuu…”
“Aku takut Zozo, tolonglah akuu” teriak Popo.
Dengan jalannya yang begitu lambat Zozo menghampirinya
“Bagaimana bisa kamu jatuh Popo?” tanyanya
“Aku tidak melihat lubang itu ketika aku berlari-lari” tangisnya
Zozo turun perlahan-lahan kedalam lubang itu, dan berusaha untuk menolong Popo.
“Naiklah ke punggungku, aku akan membawamu naik” kata Popo

Lalu Popo pun naik ke punggung Zozo
Dengan langkah kakinya yang begitu pelan, ia menaiki lubang itu
Setibanya diata Popo pun minta maaf kepada Zozo.
“karena kesobonganku sendiri, aku terjatuh,
maafkan aku popo, karena aku sering sekali mengejekmu.”
Zozo memafkannya, karena sebagai ciptaan Tuhan, harus saling memaafkan
Merekapun berpelukan, dan pulang bersama-sama.

Pelajaran yang bisa diambil :
Jangan sombong, karena orang sombong akan jatuh dan saling memafkan.