Minggu, 28 Oktober 2018

MASK DANCE PERFORMANCE AT ULLEN SENTALU MUSEUM






Agak kaku nih sudah beberapa bulan tidak menulis. Sebenarnya menulis si tapi di instagram story, itu termasuk tulisan nggak ya heemmm. Berhubung sudah agak kaku tangannya dan pikirannya, tulisan kali ini sederhana saja ya (emang pernah serius 😏😏). Sebenarnya kemarin-kemarin pengen nulis tapi nggak ada tema dan yang mau ditulis plus nggak ada waktu (ceilahhh, sok sibuk banget si...) Di tulisan ini aku mau menceritakan pengalaman kemarin nonton pertunjukan tari topeng di Museum Ullen Sentalu.


Sekitar seminggu lalu Ullen Sentalu Museum posted that will be International Mask Festival. Jelas banget dong aku tertarik untuk datang, apalagi gratis. Ini adalah salah satu yang membuatku sangat menyukai museum Ullen Sentalu, museum ini sering sekali mengadakan pertunjukan seni, GRATIS, kamu cukup register saja sebelum hari H. Selain pertunjukan seni yang gretong itu museum ini juga sangat berbeda dengan museum-museum pada umumnya yang pernah ku kunjungi. Jika kamu datang ke museum ini akan dipandu oleh seorang guide, guide ini akan menceritakan seluruh kisah benda-benda yang ada di dalam museum itu dari ujung pintu masuk sampai di pintu keluar. And kamu nggak boleh ambil satu foto pun di dalam museum,  mungkin tujuannya supaya kita konsentrasi kepada ceritanya bukan "hanya" mengumpulkan foto-foto yang akan di posting di sosmed untuk pamer kali ya. Tapi jangan khawatir di museum ini di sediakan spot foto kok buat kamu yang pengen banget berfoto-foto ria. Itulah sekilas tentang museum Ullen Sentalu ya, aku bukan sales nya Ullen Sentalu tapi aku berani billang bahwa museum ini recomended banget untuk kamu kunjungi jika sedang ke Jogja.

Beberapa hari sebelum hari H aku di register oleh Kak Ing (kami satu visi kalau nonton hal-hal beginian, sebenarnya Kak Ing lebih parah si. FYI one thing about her, dia mau/berani nonton sendiri untuk hal-hal seperti ini sendiri walaupun di tempat yang suangatt jauh. She love art so much) dan kami berangkat bertiga dengan kak Siska (salah seorang kakak yang juga suka nonton performance sejenis ini, She is a museum lover). Seperempat perjalanan menuju Kaliurang kami berhenti di salah satu warung nasi padang kesukaan kak Siska karena ingin beli otak (she loves otak di warung nasi padang yang itu) dan tiba-tiba ada seorang nenek yang ingin menumpang dengan kami. Singkat cerita kami izinkan nenek itu menumpang dan kami mengantar dia sampai rumahnya karena searah juga dengan museum. Oh ya, ada hal yang menarik ketika kami mengatar nenek ini. Si nenek tidak terlalu lancar bahasa Indonesia sedangkan kami tidak bisa berbahasa Jawa halus jadilah kami pakai bahasa isyarat.akan lebih mudah bertemu dengan nenek-nenek yang bisa bahasa Karo, ya ialah secara ane orang Karo.

Tibalah kami di museum. Acara ini di buka dengan seminar tentang topeng oleh Dr.Sumaryono M.A, karena kami datang terlambat hanya dapat sedikit tentang seminar ini. Salah satu yang nyantol banget adalah "topeng itu digunakan untuk menyamarkan, make up yang berlebihan juga temasuk topeng" nah lo yang suka pakai make-up tebal kamu sudah pakai topeng, tapi kalau nyaman pakai make up tebal gpp lah ya, yang penting hati dan perbuatan tidak pakai topeng. Setelah seminar ini masuklah ke pertunjukan tari topeng dari beberapa negara. Nah, aku mau kasih tau kamu beberapa tarian itu, kemarin aku sempat video tapi amatiran banget dan kameranya juga goyang-goyang di tambah aku kurang berniat untuk edit videonya hahahaha. Jadi video-video ini no editing sama sekali, so kamu kudu sabar ya kalo take video nya jelek. Yang penting bisa menginformasikan sajalah ya.

OKAY!! HERE WE GO

Yang pertama adalah tari polka dari polandia
Setelah mencari sedikit pencarian melalui om goolge, originalnya tari polka ini berasal dari Ceko dan genre music untuk dance ini sangat familiar di daerah Eropa dan America. Polka ini juga sangat berkaitan dengan genre music folk. Tarian ini biasanya di pertujukkan untuk memasuki musim liburan di Polandia. Nah kemarin penarinya juga langsung dari Polandia.




Yang kedua
Tari Kipas (Traditional Fan Dance from Vietman)
I don't have an idea about this dance. Informasi dari MC kemarin tidak begitu terdengar olehku, aku mencoba cari di google tentang tari ini belum ketemu.



Yang ketiga adalah tari dari spanyol
Videonya cukup panjang dan ternyata kebesaran, so sorry tidak bisa upload. Kamu bisa kepoin penarinya langsung di instagram  @lauritadasss. Sedikit cerita dari mc tarian yang dibawakan ini adalah untuk menunjukkan ekspresi, tarian ini juga diakui oleh UNESCO tahun 2010. Laura Pena ini  menari dengan penuh passion banget dengan pakai penutup mata. 



Yang ke empat adalah dari Thailand
Tarian ini sangat epic, tari tradisional ini menggambarkan seekor wujud burung dan juga manusia. Tarian ini sangat erat kaitannya dengan agama Budha, konon katanya perwujudan sebagai burung itu adalah burung surga.

Nah ini aku sempat minta foto dengan penarinya, bentuk topeng yang dia pakai seperti ini. Menurut seminar yang disampaikan sebelumnya seorang penari harus bisa mengespresikan tariannya berdasarkan rupa topeng yang dibawakan. Penari yang ini juga humble banget. Jadi pas aku minta foto ini, managernya membisikkan ke dia tapi aku dengar. Managernya bilang "you have an hour to leave to malang" it means dia harus segera bergegas ganti kostum dll tapi sekitar setengah jam-an aku masih melihat dia berfoto dengan beberapa pengunjung yang minta foto



The last from Philipine
Tarian yang ini kemarin spektakuler banget. Penarinya sangat kece membawakan tarian dan sungguh sangat bersemangat. Tari yang dibawakan oleh Joseph ini selalu di tampilkan pada acara tahunan di Filipina yang bernama Masskara Festival di daerah Bacolot. Sanyang banget ini videonya juga kebesaran.

Jadi setelah selesai acara ini aku minta foto dengan mas Joseph nya (eaaa mas), mas nya ini masih terengah-engah banget. Lelah banget dia, totalitas banget si narinya hahaha. Tapi dia dengan sangat senang hati melayani semua orang-orang yang foto. Btw pask kita lihat dia udah ganti kostum dan sudah buka topengnya ya, cakep loh hahaha (jadi salfok deh)





Nah, itu lah beberapa tarian yang bisa ku sharingkan, aku sadar info-info yang kutulis ini sebenarnya masih jauh banget untuk mendeskripsikan tentang tari ini. Aku mencoba untuk searching beberapa mengenai tari-tarian ini  untuk menambah informasi tapi aku tidak medapatkannya secara utuh, mungkin karena semua tari-tarian ini adalah tari tradisional yang mungkin belum di publish secara banyak.


Oh ya di ahir acara ini kita ber flashmob bareng-bareng semuanya. Kita nari lagu Gemu Fa Mi Re - Maumere yang dipandu oleh Joseph (Dancer dari Pilipina) dan Laura Pane (Dancer Spanyol). Satu hal yang mengaggumkan mereka hafal gerakan maumare. Pertanyaan refleski buat kita semua adalah sejauh mana kita mengenal budaya kita?


Sampai jumpa di cerita selanjutnya

Senin, 02 April 2018

sharing buku "GOSPEL IN LIFE"

Pada tulisan ini aku mau sharing salah satu bab dari buku yang aku baca yaitu gospel in life di tulis oleh Timothy Keller. Bab ini dimulai dari kisah penciptaan, kejatuhan manusia dalam dosa dan pekerjaan kita. Satu hal yang kusadari ketika membaca dan belajar dari buku ini adalah mengenai penciptaan, tahukah kamu bahwa Allah sangat bersukacita ketika Dia selesai dalam proses penciptaan-Nya? Hal ini terbukti dari pernyataan-Nya setiap kali selesai dalam pencitpaan yaitu “… Allah melihat bahwa semuanya itu baik” jadi kita harus menyadari bahwa kita adalah ciptaan yang sangat amat berharga bagi Allah, ingat Dia menciptakan kita dengan sukacita. Dari proses penciptaan ini kita bisa melihat teladan Allah dalam bekerja, Dia bekerja dengan bersukacita.

Allah bekerja dalam penciptaan dan Allah memerintahkan manusia untuk bekerja (mengusahakan, menaklukkan, memberikan nama binatang dan mengusahakan taman). Adam meneladani Allah bekerja. Banyak orang yang berpikir manusia bekerja karena telah jatuh dalam dosa, itu adalah pernyataan yang salah, panggilan manusia untuk bekerja itu telah dirancang oleh Allah jauh sebelum manusia jatuh dalam dosa (baca Kej 1:26,28).

Sejak awal penciptaan kita bisa melihat ada irama – waktu untuk bekerja dan ada waktu untuk istirahat. Mari kita lihat di Kej 2:2 Allah ber-inisiatif memberikan teladan untuk istirahat. Allah berhenti di hari ketujuh bukan karena Dia lelah, tapi ingin menunjukkan kepada manusia bahwa butuh waktu untuk istirahat setelah bekerja. Berhentinya Allah bekerja pada hari ketujuh memberikan struktur waktu bagi manusia. Allah telah merancang kita untuk membutuhkan waktu istirahat, jangan abaikan itu karena dengan mengabaikannya kita mengurangi ke-efektifan kita dalam berkarya kedepannya. Jadi sangatlah penting menyadari pemahaman mengenai istirahat. Menurutku istirahat disini bukan hanya fisik tapi juga rohani kita, sangat penting untuk menyedian waktu “Sabbath” menikmati kasih Allah, berkomunikasi dengan Allah mengisi diri kembali dengan membaca buku-buku rohani misalnya tanpa ada ganguan lain (misal pekerjaan, kuliah, dll nya).

Sekali lagi aku mau kita ingat kembali bahwa kita dipanggil untuk bekerja, Allah telah memberikan kita teladan untuk bekerja dengan sukacita dan teladan untuk beristirahat.

Sejak kejatuhan manusia dalam dosa, manusia berbalik dari Tuhan dan berusaha untuk menjadi tuhan di dalam hidupnya. Hal itu membuat manusia ingin mengatur, memberi printah, melayani keinginan diri sendiri dll nya sehingga terjadilah kekacauan. Salah satu akibat dari kejatuhan manusia ini adalah bahwa semua orang memandang dunia dengan pandangan yang berbeda-beda dalam hal ini mengacu pada world wiev seseorang. Saat kita berusaha hidup, bekerja dan terlibat dalam budaya, kita menemukan diri kita dihadapkan dengan banyak cara memandang dunia, banyak sistem kepercayaan dan banyak agama, sehingga bisa saja kita menganut keyakinan Kristen tapi di tempat kerja atau di kehidupan pribadi kita melakukan sesuai pandangan dunia misalanya individualisme atau matrealisme.

Sebenarnya tidak semua world view itu salah namun bukan berarti sepenuhnya benar. Celakanya adalah kita tidak mungkin tidak berpartisipasi dalam world wiew yang setengah benar itu karena kita masih ada di dalam dunia ini, kita terikat pada satu budaya dan banyak pemahaman. Bersyukurnya adalah injil dapat mengubah cara pandang kita dalam melihat segala sesuatu. Kita harus melihat segala sesuatu termasuk pekerjaan kita dari sudut pandang injil. Semua “pandangan di dunia ini” berpusat pada diri sendiri, usaha sendiri untuk memenuhi segala keinginan sehingga jika keinginan itu tidak terpenuhi maka akan ada kekecewaan baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Namun injil yang berpusat pada Kristus akan selalu membawa pengharapan dan di dalam pengharapan harusnya tidak akan ada kekecewaan.

Kesimpulan pribadi yang aku dapatkan adalah :
Kita manusia dipanggil untuk bekerja bukan karena kita berdosa tapi karena Allah ingin kita meneladani Dia dalam hal bekerja maupun beristirahat. Karena kejatuhan manusia dalam dosa, pandangan kita akan dunia ini menjadi berbeda-beda dan semua pandangan dunia menyeret kita bekerja dengan sangat keras untuk memenuhi segala keinginan (fisik maupun rohani) sehingga ketika keiinginan itu tidak terpenuhi akan muncul kekecewaan, disinilah injil memenuhinya. Injil yang berpusat pada Kristus melahirkan pengharapan di dalam pengharapan tidak akan ada kekecewaan. Dan satu hal lagi yang harus kita sadari bahwa pekerjaan kita adalah ikut serta dalam misi Allah (amanat agung Mat 28:19-20) sehingga dalam bekerja kita harusnya memandang dengan Injil.

Sebagai penutup tulisan ini, aku ingin kita mengingat ayat ini
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hambaNya . (Kol 3:23-24)

Selamat bermisi di dunia profesi kita masing-masing.

Senin, 26 Februari 2018

KELAS INSPIRASI KLATEN-3



PERJALANAN AWAL DARI SEBUAH KISAH

Seperti tahun-tahun sebelumnya, memasuki tahun 2018 ini kumulai dengan menuliskan resolusi-resolusi yang ingin dilakukan di tahun 2018. Di tahun 2018 ini aku berharap bisa berbagi dan berkarya lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dari sekian banyak resolusi yang sudah dituliskan salah satunya adalah menjadi relawan pengajar/relawan inspirator Kelas Inspirasi di kota manapun itu. Sebelumnya aku sudah pernah menjadi relawan penitia di Kelas Inspirasi Yogyakarta dari sanalah tumbuh bibit ataupun kerinduan untuk boleh bersentuhan langsung dengan anak-anaknya.

Akhir tahun 2017 aku melihat di salah satu media sosial Kelas Inspirasi Klaten sedang mengadakan open recruitment relawan pengajar, dari awal pendaftaran aku sudah ingin mendaftar tapi sampai batas waktu yang ditentukan aku lupa mengisi form, but Thank God ternyata batas waktu untuk pendaftaran di perpanjang dan tanpa menunda-nunda lagi aku langsung daftar deh. Berselang waktu sekitar 2 minggu (kalau tidak salah hehehe) aku dapat email dari Kelas Inspirasi Klaten, aku lolos menjadi salah satu relawan pengajar. Yeayyy, Aku senang!! But after that aku mesti mikir bagimana caranya dapat izin kerja karena acara kelas inspirasi ini diadakan di hari senin. Seperti slogan Kelas Inspirasi di seluruh Indonesia yaitu “cuti sehari, mengispirasi selamanya”. Oh ya, buat kamu yang belum tahu apa itu  Kelas Inspirasi, Kelas Inspirasi adalah sebuah gerakan yang tujuannya memperkenalkan berbagai macam profesi kepada anak-anak SD biasanya di daerah pedalaman ataupun di daerah pinggiran kota, berharap dengan adanya gerakan ini membuat cita-cita anak menjadi lebih kaya.
Minggu tanggal empat Februari 2018 aku berangkat ke Klaten sendiri, sebenarnya melewati Klaten sering banget si misalnya ke Solo ataupun ke Surabaya nah itu pasti melewati Klaten tapi yang benar-benar tujuannya ke Klaten itu baru kali ini. And just for your information walaupun aku sudah hampir 5 tahun di Jogja aku belum pernah naik kreta pramex (Jogja-Solo) so this is my first time.
(Tiket kereta Lempuyangan - Klaten)

Sekitar jam 10.55 aku berangkat dari Stasiun Lempuyangan, tiba di stasiun Klaten jam 11.22. Setibanya disana aku langsung buka aplikasi gojek dan sedikit kaget ternyata lokasi yang aku tuju untuk briefing lumayan jauh dari stasiun sekita 14 km-an dan tidak lamakemudian seorang driver pick up orderanku. Seperti stasiun-stasiun lain ojek online tidak diperbolehkan mangkal langsung di depan stasiun jadi aku harus jalan beberapa ratus meter untuk bertemu dengan bapak drivernya. Oh ya bapak drivernya baik banget, beliau mengarahkanku ke tempatnya berada saat itu. secara aku belum pernah turun di stasiun Klaten ya, jadi kamu bisa bayangkan aku mendadak buta arah dan if you know orang Jawa itu suka sekali menggunakan mata angin (utara, selatan, barat, timur) saat memberi petujuk arah, belum lagi jika mereka menggunakan bahasa jawa (ngalor- ngidul, wetan) yang aku sama sekali belum memahami sampai sekarang patokan utara mereka itu dimana. Tapi bapak driver ini menuntunku dengan bahasa yang ku mengerti. (Driver : ”mbak nanti belok kiri, lurus terus sampai mentok, lalu belok kiri sedikit ketemu rel kereta api, lurus terus sampai pom bensin lalu belok kanan, ketemu indomaret nah saya disitu mb.”  Infromasi yang sangat jelas!) Bertemu dengan bapak gojek, berangkat menuju lokasi brifieng. Sepanjang perjalanan aku dan bapak gojek saling bertukar cerita, terkadang kami diam dalam lamunan kami masing-masing. Finally aku sampai di lokasi briefing yaitu di kec.Tulung, sesampainya acara briefing aku bertemu dengan orang yang sangat ku kenal yaitu Mbak Nuri dan Memi, mereka ini adalah sodaraku di kepanitiaan Kelas Inspirasi Yogyakarta sebelumnya. Kami tidak saling janjian, ternyata memi diminta mengisi salah satu di sesi itu.
 (Ketemu Mba Rury dan Memi, team di Kelas Inspirasi Yogyakarta 2017)

Setelah briefing, kelompokku langsung survey ke sekolah yang akan kami datangi kesokan harinya, emmmm sebenarnya aku malu megakui ini tapi harus kuakui bahwa aku terlambat datang ke acara briefing itu bahkan sesampainya disana acara sudah selesai sodara-sodara, memalukan kan please jangan dicontoh untuk hal yang ini. Kami hanya sebentar melihat sekolah itu lalu makan siang bersama. Di sinilah aku kenalan secara resmi dengan teman-teman kelompokku ada Mas Agung, Kak Andre, Alfi, Aryo dan Niken. Sebenarnya kami ada ber-14 orang dalam kelompok ini. Relawan fasilitator ada 3 orang, Relawan dokumentator ada 3 orang, relawan pengajar 8 orang, tapi beberapa dari mereka datang menyusul.
Berhubung jarak Jogja-Klaten itu tidak dekat maka aku memutuskan untuk ikut nginap di rumah salah satu fasilitatorku, bukan hanya aku saja yang menginap malam itu tapi banyak teman-teman yang lain juga ikut menginap disana. kami dijamu dengan baik sekali oleh keluarga alfi. Sekali lagi dalam tulisan ini kuucapkan terimakasih untuk seluruh kelaurga Alfi, ter-untuk mamanya Alfi “pisang gorengnya enak tante J” . Terus terang malam itu adalah malam yang membuat kami menjadi lebih cair, lebih mengalir, menjadi lebih dekat, saling mengenal lebih jauh dan ada hal yang sulit kugambarkan dengan kata-kata bahwa ada satu ikatan yang aneh dimana kami belum pernah bertemu sebelumnya tapi malam itu begitu hangat seperti sahabat atau keluarga sedang reunian emmm buat kamu yang  sering menjadi relawan kamu pasti paham yang kumaksud. Ya, seperti keluarga, saudara.

(Menggunting mahkota  cita-cita bersama)

 Ada satu cerita lucu malam itu, jadi relawan videographer kami yang bernama mas Wahyudin baru tiba di lokasi menginap sekitar jam 19.30, dia naik motor dari Maggelang, coba kamu bayangkan perjalanan yang dia tempuh sekitar 3 jam, jadi pasti lelah. Saat itu dia mendapati kami sedang ngobrol-ngobrol tak lama kemudian dia juga nimbrung cerita, tiba-tiba Aryo menanyakan ke mas Wahyudin “btw udah makan malam kan mas?” mas Wahyudin menjawab dengan serius “belum…dari pagi” tanpa komando semua jadi hening tiba-tiba merasa iba atau apalah dan beberapa detik kemudian ada tawa yang pecah. Tuan rumah pun mempersilahkan dia makan, tanpa malu-malu mas Wahyudin langsung ke dapur ambil makanan. Selain ngobrol, bercanda dll nya kami juga latihan ice breaking untuk di peragakan oleh anak-anak di sekolah sebagai opening (sebanarnya aku ada videonya nih tapi kehapus di HP)

PENGALAMAN MEMPERKENALKAN PROFESI KE ANAK SD
Keesokan harinya sekitar jam 05.00 pagi kami sudah mengantri mandi karena harus tiba di sekolah jam 07.00 pagi untuk mengikuti upacara. Sayang sekali setibanya disekolah hujan sehingga anak-anak tidak upacara, namun hal itu tidak menurunkan semangat kami terlebih lagi melihat anak-anak yang sudah mulai berdatangan satu persatu, ada yang jalan kaki menggunakan payung, ada yang berlari-lari sampil menaruh tas di kepala, ada yang diantar orangtuanya. Pemandangan itu indah, menyejukkan hati.
(Orangtua mengantar anaknya ke sekolah)

 Oh ia, ada hal unik yang mereka lakukan setibanya di sekolah, yaitu bersih-bersih ada yang membuang sampah, ada yang menyapu, ada yang menghapus papan tulis dll nya. Hal ini mengingatkanku semasa aku SD dulu, kami ada piket untuk bersih-bersih kelas, aku tidak tau apakah sekolah di kota masih melakukan ritual ini.
 (anak-anak melakukan bersih-bersih ruang kelas)

Sekolah yang kami kunjungi adalah SD Negri Kiringan 02 Kec.Tulung, Klaten. Jumlah siswa keseluruhan 45 orang (perempuan : 24 orang dan laki-laki 21 orang). Jumlah siswa per-kelas
Kelas I : 10 orang
Kelas II : 2 orang
Kelas III : 7 orang
Kelas IV :  6 orang
Kelas V : 7 orang
Kelas VI : 8 orang
Acara Kelas Inspirasi di SDN kiringan 02 ini kami mulai dengan serangkaian kegiatan di opening yaitu kata sambutan dari ketua kelompok kami sekaligus minta izin memperkenalkan profesi kami ke anak-anak, kata sambutan dari pihak sekolah dan ice breaking, setelah itu baru kami masing-masing masuk ke kelas memperkenalkan profesi kami.

(ice breaking di opening)

Saya mendapat jatah masuk di kelas I&II di gabung, kelas III, kelas IV dan Kelas V. Jadwal pertama saya adalah di kelas I. Begitu masuk di kelas I&II (digabung) saya menjadi blank, saya bingung metode apa yang harus saya gunakan untuk memperkenalkan profesi saya kepada mereka, tiba-tiba muncul dalam pikiran saya bagaimana jika mereka tidak mengerti dengan materi yang saya bawakan. Bukannya saya tidak persiapan, 2 hari sebelum mengajar ini saya sudah menyiapkan metode yang akan saya gunakan bahkan saya sudah print beberapa gambar tentang pekerjaan saya untuk memudahkan pemahaman mereka. Tapi saat itu saya menjadi blank, ini lebih parah dari skripsi.  Sekarang coba kamu bayangkan saya ini bekerja sebagai asisten project manager di bidang design interior dan furniture yang pekerjaan sehari-harinya adalah memange/memfollow up project-project. But once again God help me, tiba-tiba ada ide untuk mendongeng, saya mengajak mereka semua untuk maju kedepan kami duduk lesehan membentuk lingkaran, lalu saya mulai bercerita tentang ada seorang kaya yang ingin membangun hotel dan dia memerlukan seseorang yang bisa mengatur segala perabotan yang akan ditaruh di hotel seperti tempat tidur, meja, kursi, lampu dll nya,. Seseorang itu adalah saya, profesi saya mengatur kebutuhan prabot yang ada di hotel. Terakhir sekali saya bercerita adalah ketika SMA kelas I waktu itu saya guru sekolah minggu di gereja, jadi coba bayangkan apa yang terjadi selanjutnya hahaha, failed menurut saya. Tapi ada kebahagiaan tersendiri ketika mereka sangat excited melihat gambar-gambar yang saya tunjukkan. Setelah selesai mendongeng saya meminta mereka menuliskan cita-cita mereka di mahkota. Diantara anak-anak itu ada yang belum bisa menulis jadi saya memmbantu dia menuliskan cita-citanya. Dan sebagai penutup saya mengajak mereka melakukan tepuk hebat.


(mencritakan profesi kepada anak kls I)


(bersama anak kls I, menuliskan cita-cita di mahkota cita-cita)


(foto bersama setelah menuliskan cita-cita)


 Dari kelas I&II, saya lanjutkan ke kelas III, IV dan V untuk ke-3 kelas ini metode yang saya bagikan sama yaitu story telling by gambar. Karena jumlah murid di masing-masing kelas ini sedikit saya mengajak mereka untuk duduk membentuk lingkaran sehingga diantara kami boleh saling melihat. Sebelum aku bercerita mengenai profesiku, aku mengajak mereka untuk bernyanyi agar lebih segar dan semangat dan di closing semua kelas aku tutup dengan tepuk hebat, aku berharap dengan tepuk hebat ini mereka menyadari betapa hebatnya diri mereka. Buat kamu yang belum tau tepuk hebat itu bagaimana? Ini dia saya kasih tau liriknya
Tepuk hebat (prok..prokk)
Aku hebat ( prok..prokk)
Kamu hebat (prok..prok)
Semua hebat (prok..prok)
Heee....battttt (mengakat kedua tangan keatas).
Oh ya selain bercerita tentang profesiku ada nilai-nilai yang selalu kusampaikan di setiap kelas ini yaitu pentingnya kejujuran, rajin belajar, mandiri dan saling menolong.


(Bersama anak KLS III)

(bersama anak KLS V)

Ada begitu banyak emosi yang aku rasakan melihat anak-anak ini, ada rasa haru, bahagia, bangga, senang melihat mereka yang sudah punya cita-cita spesifik, tawa, lucu melihat kepolosan mereka apalagi ketika aku menayakan cita-citanya mereka. Ada yang ingin menjadi juragan buah-buahan komplit karena ayahnya juragan buah di pasar, ada yang ingin jadi pedagang sayur, pembajak sawah, TKW, Peternak, penyanyi, penjahit, pemadam kebakaran, polisi, guru dan sebagainya. Tidak salah kok jika ingin menjadi juragan buah, pedagang sayur ataupun pembajak sawah aku yakin mereka akan menjadi juragan sayur,pebajak, juragan buah yang berbeda ketika mereka bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Harapanku adalah mereka tetap memiliki semangat untuk bersekolah, semangat untuk rajin belajar dan tidak melupakan cita-cita mereka sekalipun kelak mungkin ada banyak rintangan di hadapan mereka.


(Nama : Riski, Cita-cita : Pembajak Sawah)

(Nama : Ragil, Cita-cita : peternak ayam)

Sebagai closing dari tulisan ini aku ingin mengucap syukur kepada Tuhan untuk setiap kesempatan yang Tuhan berikan dimana aku bisa belajar banyak tentang kehidupan diluar sana dan hal ini membuat mataku semakin terbuka untuk mengasihi sesama lebih dan lebih lagi.  SALAM INSPIRASI

(setelah fingerpaint, simbol dari cita-cita mereka)


 
SDN Kiringan 02, bersama seluruh murid, para relawan dan guru-guru


 For Your Information:
1. Semua foto-foto dalam tulisan ini diambil oleh relawan photographer (Aryo dan Westhi)
2. Buat kamu yang ingin lihat video lengkap dari kisah kami dapat mengunjungi