Pada tulisan ini aku mau sharing salah satu bab dari buku yang aku baca yaitu gospel in life di tulis oleh
Timothy Keller. Bab ini dimulai dari kisah
penciptaan, kejatuhan manusia dalam dosa dan pekerjaan kita. Satu hal yang
kusadari ketika membaca dan belajar dari buku ini adalah mengenai penciptaan,
tahukah kamu bahwa Allah sangat bersukacita ketika Dia selesai dalam proses
penciptaan-Nya? Hal ini terbukti dari pernyataan-Nya setiap kali selesai dalam
pencitpaan yaitu “… Allah melihat bahwa semuanya itu baik” jadi kita harus menyadari bahwa kita adalah
ciptaan yang sangat amat berharga bagi Allah, ingat Dia menciptakan kita dengan
sukacita. Dari proses penciptaan ini kita bisa melihat teladan Allah dalam
bekerja, Dia bekerja dengan bersukacita.
Allah bekerja dalam penciptaan
dan Allah memerintahkan manusia untuk bekerja (mengusahakan, menaklukkan, memberikan
nama binatang dan mengusahakan taman). Adam meneladani Allah bekerja. Banyak orang
yang berpikir manusia bekerja karena telah jatuh dalam dosa, itu adalah pernyataan
yang salah, panggilan manusia untuk bekerja itu telah dirancang oleh Allah jauh
sebelum manusia jatuh dalam dosa (baca Kej 1:26,28).
Sejak awal penciptaan kita bisa
melihat ada irama – waktu untuk bekerja dan ada waktu untuk istirahat. Mari
kita lihat di Kej 2:2 Allah ber-inisiatif memberikan teladan untuk istirahat. Allah
berhenti di hari ketujuh bukan karena Dia lelah, tapi ingin menunjukkan kepada
manusia bahwa butuh waktu untuk istirahat setelah bekerja. Berhentinya Allah
bekerja pada hari ketujuh memberikan struktur waktu bagi manusia. Allah telah
merancang kita untuk membutuhkan waktu istirahat, jangan abaikan itu karena
dengan mengabaikannya kita mengurangi ke-efektifan kita dalam berkarya
kedepannya. Jadi sangatlah penting menyadari pemahaman mengenai istirahat. Menurutku
istirahat disini bukan hanya fisik tapi juga rohani kita, sangat penting untuk
menyedian waktu “Sabbath” menikmati kasih Allah, berkomunikasi dengan Allah
mengisi diri kembali dengan membaca buku-buku rohani misalnya tanpa ada ganguan
lain (misal pekerjaan, kuliah, dll nya).
Sekali lagi aku mau kita ingat
kembali bahwa kita dipanggil untuk bekerja, Allah telah memberikan kita teladan
untuk bekerja dengan sukacita dan teladan untuk beristirahat.
Sejak kejatuhan manusia dalam
dosa, manusia berbalik dari Tuhan dan berusaha untuk menjadi tuhan di dalam
hidupnya. Hal itu membuat manusia ingin mengatur, memberi printah, melayani
keinginan diri sendiri dll nya sehingga terjadilah kekacauan. Salah satu akibat
dari kejatuhan manusia ini adalah bahwa semua orang memandang dunia dengan
pandangan yang berbeda-beda dalam hal ini mengacu pada world wiev seseorang. Saat kita berusaha hidup, bekerja dan
terlibat dalam budaya, kita menemukan diri kita dihadapkan dengan banyak cara
memandang dunia, banyak sistem kepercayaan dan banyak agama, sehingga bisa saja
kita menganut keyakinan Kristen tapi di tempat kerja atau di kehidupan pribadi
kita melakukan sesuai pandangan dunia misalanya individualisme atau
matrealisme.
Sebenarnya tidak semua world view itu salah namun bukan berarti
sepenuhnya benar. Celakanya adalah kita tidak mungkin tidak berpartisipasi
dalam world wiew yang setengah benar
itu karena kita masih ada di dalam dunia ini, kita terikat pada satu budaya dan
banyak pemahaman. Bersyukurnya adalah injil dapat mengubah cara pandang kita
dalam melihat segala sesuatu. Kita harus melihat segala sesuatu termasuk
pekerjaan kita dari sudut pandang injil. Semua “pandangan di dunia ini”
berpusat pada diri sendiri, usaha sendiri untuk memenuhi segala keinginan
sehingga jika keinginan itu tidak terpenuhi maka akan ada kekecewaan baik
terhadap diri sendiri maupun orang lain. Namun injil yang berpusat pada Kristus
akan selalu membawa pengharapan dan di dalam pengharapan harusnya tidak akan ada
kekecewaan.
Kesimpulan pribadi yang aku
dapatkan adalah :
Kita manusia dipanggil untuk
bekerja bukan karena kita berdosa tapi karena Allah ingin kita meneladani Dia
dalam hal bekerja maupun beristirahat. Karena kejatuhan manusia dalam dosa,
pandangan kita akan dunia ini menjadi berbeda-beda dan semua pandangan dunia
menyeret kita bekerja dengan sangat keras untuk memenuhi segala keinginan
(fisik maupun rohani) sehingga ketika keiinginan itu tidak terpenuhi akan
muncul kekecewaan, disinilah injil memenuhinya. Injil yang berpusat pada
Kristus melahirkan pengharapan di dalam pengharapan tidak akan ada kekecewaan. Dan
satu hal lagi yang harus kita sadari bahwa pekerjaan kita adalah ikut serta
dalam misi Allah (amanat agung Mat 28:19-20) sehingga dalam bekerja kita
harusnya memandang dengan Injil.
Sebagai penutup tulisan ini, aku
ingin kita mengingat ayat ini
Apapun juga yang kamu perbuat,
perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Kamu tahu bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang yang ditentukan
bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hambaNya . (Kol 3:23-24)
Selamat bermisi di dunia profesi
kita masing-masing.