Senin, 02 April 2018

sharing buku "GOSPEL IN LIFE"

Pada tulisan ini aku mau sharing salah satu bab dari buku yang aku baca yaitu gospel in life di tulis oleh Timothy Keller. Bab ini dimulai dari kisah penciptaan, kejatuhan manusia dalam dosa dan pekerjaan kita. Satu hal yang kusadari ketika membaca dan belajar dari buku ini adalah mengenai penciptaan, tahukah kamu bahwa Allah sangat bersukacita ketika Dia selesai dalam proses penciptaan-Nya? Hal ini terbukti dari pernyataan-Nya setiap kali selesai dalam pencitpaan yaitu “… Allah melihat bahwa semuanya itu baik” jadi kita harus menyadari bahwa kita adalah ciptaan yang sangat amat berharga bagi Allah, ingat Dia menciptakan kita dengan sukacita. Dari proses penciptaan ini kita bisa melihat teladan Allah dalam bekerja, Dia bekerja dengan bersukacita.

Allah bekerja dalam penciptaan dan Allah memerintahkan manusia untuk bekerja (mengusahakan, menaklukkan, memberikan nama binatang dan mengusahakan taman). Adam meneladani Allah bekerja. Banyak orang yang berpikir manusia bekerja karena telah jatuh dalam dosa, itu adalah pernyataan yang salah, panggilan manusia untuk bekerja itu telah dirancang oleh Allah jauh sebelum manusia jatuh dalam dosa (baca Kej 1:26,28).

Sejak awal penciptaan kita bisa melihat ada irama – waktu untuk bekerja dan ada waktu untuk istirahat. Mari kita lihat di Kej 2:2 Allah ber-inisiatif memberikan teladan untuk istirahat. Allah berhenti di hari ketujuh bukan karena Dia lelah, tapi ingin menunjukkan kepada manusia bahwa butuh waktu untuk istirahat setelah bekerja. Berhentinya Allah bekerja pada hari ketujuh memberikan struktur waktu bagi manusia. Allah telah merancang kita untuk membutuhkan waktu istirahat, jangan abaikan itu karena dengan mengabaikannya kita mengurangi ke-efektifan kita dalam berkarya kedepannya. Jadi sangatlah penting menyadari pemahaman mengenai istirahat. Menurutku istirahat disini bukan hanya fisik tapi juga rohani kita, sangat penting untuk menyedian waktu “Sabbath” menikmati kasih Allah, berkomunikasi dengan Allah mengisi diri kembali dengan membaca buku-buku rohani misalnya tanpa ada ganguan lain (misal pekerjaan, kuliah, dll nya).

Sekali lagi aku mau kita ingat kembali bahwa kita dipanggil untuk bekerja, Allah telah memberikan kita teladan untuk bekerja dengan sukacita dan teladan untuk beristirahat.

Sejak kejatuhan manusia dalam dosa, manusia berbalik dari Tuhan dan berusaha untuk menjadi tuhan di dalam hidupnya. Hal itu membuat manusia ingin mengatur, memberi printah, melayani keinginan diri sendiri dll nya sehingga terjadilah kekacauan. Salah satu akibat dari kejatuhan manusia ini adalah bahwa semua orang memandang dunia dengan pandangan yang berbeda-beda dalam hal ini mengacu pada world wiev seseorang. Saat kita berusaha hidup, bekerja dan terlibat dalam budaya, kita menemukan diri kita dihadapkan dengan banyak cara memandang dunia, banyak sistem kepercayaan dan banyak agama, sehingga bisa saja kita menganut keyakinan Kristen tapi di tempat kerja atau di kehidupan pribadi kita melakukan sesuai pandangan dunia misalanya individualisme atau matrealisme.

Sebenarnya tidak semua world view itu salah namun bukan berarti sepenuhnya benar. Celakanya adalah kita tidak mungkin tidak berpartisipasi dalam world wiew yang setengah benar itu karena kita masih ada di dalam dunia ini, kita terikat pada satu budaya dan banyak pemahaman. Bersyukurnya adalah injil dapat mengubah cara pandang kita dalam melihat segala sesuatu. Kita harus melihat segala sesuatu termasuk pekerjaan kita dari sudut pandang injil. Semua “pandangan di dunia ini” berpusat pada diri sendiri, usaha sendiri untuk memenuhi segala keinginan sehingga jika keinginan itu tidak terpenuhi maka akan ada kekecewaan baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Namun injil yang berpusat pada Kristus akan selalu membawa pengharapan dan di dalam pengharapan harusnya tidak akan ada kekecewaan.

Kesimpulan pribadi yang aku dapatkan adalah :
Kita manusia dipanggil untuk bekerja bukan karena kita berdosa tapi karena Allah ingin kita meneladani Dia dalam hal bekerja maupun beristirahat. Karena kejatuhan manusia dalam dosa, pandangan kita akan dunia ini menjadi berbeda-beda dan semua pandangan dunia menyeret kita bekerja dengan sangat keras untuk memenuhi segala keinginan (fisik maupun rohani) sehingga ketika keiinginan itu tidak terpenuhi akan muncul kekecewaan, disinilah injil memenuhinya. Injil yang berpusat pada Kristus melahirkan pengharapan di dalam pengharapan tidak akan ada kekecewaan. Dan satu hal lagi yang harus kita sadari bahwa pekerjaan kita adalah ikut serta dalam misi Allah (amanat agung Mat 28:19-20) sehingga dalam bekerja kita harusnya memandang dengan Injil.

Sebagai penutup tulisan ini, aku ingin kita mengingat ayat ini
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hambaNya . (Kol 3:23-24)

Selamat bermisi di dunia profesi kita masing-masing.