sebenarnya blog ini sudah ada sejak 2011, tapi karena berbagai hal aku mengabaikannya. seorang pernah berkata padaku "semua yang terjadi hari ini akan menjadi sejarah". kita tidak tahu apa yang akan terjadi 500 tahun ke depan, seperti apa bentuk manusia, seperti apa bentuk bumi ini, dan yang paling penting lagi adalah bagaimana orang-orang yang hidup di zaman 500 tahun kedepan akan tahu bahwa ada kehidupan seperti yang ada sekarang ini. TULISAN, ya sejarah akan diketahui dari tulisan. Tulisan dapat memberitahu kita tentang segala hal.
aku bukan seorang yang ahli dalam menulis, bahkan secara jujur aku belum pernah ikut kursus menulis. tapi saat ini aku mau belajar untuk dapat menuliskan segala sesuatu. hari ini aku merasa bahwa aku harus menulis, terlepas dari apakah tulisan itu menarik atau bukan, seiring dengan berlajannya waktu mungkin tulisanku akan menjadi lebih baik.
semangat menulis :)
Jumat, 14 Agustus 2015
Patner Skripsi
Oke aku akan mulai
dengan siapa diriku, aku adalah seorang mahasiswi jurusan teknik sipil program
lintas jalur yang artinya aku sudah pernah D3. Bagiku kuliah di jurusan ini
adalah perjuangan karena aku bukanlah
seorang yang pandai dalam berlogika, bukan seorang yang cepat untuk mengerti,
bukan penggemar matematika apalagi fisika, bukan seorang yang pandai dalam
berimajinasi dan menuangkannya dalam gambar sedangkan sebagian besar
matakuliahku di jurusan ini menuntut semua itu. Awalnya aku sering berkata
bahwa aku ini salah jurusan tapi saat ini aku mengerti bahwa tidak ada yang
salah karena aku menyadari bahwa selama 5 tahun di jurusan ini (D3+S1) Tuhan banyak memproses diriku menjadi pribadi
yang lebih dewasa.
Akhir Januari karena
kasih karunia-Nya aku melewati proposal Tugas Akhir ditambah dengan revisi dan
la..la..la.. semua urusan proposal selesai di akhir januari. Dan di februari semuanya
dimulai dengan semester baru yaitu
kuliah dengan 4 matakuliah biasa dan ditambah 1 matakuliah skripsi. Jadi kami
di Lintas Jalur ini tetap dapat paketan matakuliah walaupun sedang mengerjakan
skripsi. Jadi buat teman-teman mahasiswa taulah bagaimana perasaanku. Aku
mengambil konsentrasi manajemen konstruksi khususnya di bidang penetapan harga
jadi berbau ekonomi teknik gitu deh. Ekonomi teknik bukanlah matakuliah yang
eksis di teknik sipil, dalam 2 tahun kuliah matakuliah ini hanya muncul 1 kali dalam
1 semester dan itu hanya 2 sks. Jadi dipastikan siapapun yang mengambil TA yang
berhubungan dengan bagian ini harus belajar lebih banyak lagi.
Dosen pembimbingku
bukan seorang yang sembarangan beliau
lumayan terkenal di kalangan mahasiswa dan dosen, terkenal galak maksudnya. Beliau
tidak akan pernah ragu memberi “nasihat” atau “mengajari” dengan nada yang
tinggi, walaupun beliau menasehatimu di ruang yang tertutup yakinlah suaranya
akan kedengaran dengan jelas sampai radius 20m. Tapi aku suka sebagian
kepribadianya, seorang yang berintegritas. Integritas yah integritas karakter
yang sulit aku temukan pada dosen-dosen yang lain. Aku pernah melihat beliau
“menasehati” mahasiswa S3 dari luar cukup membuatku takut untuk masuk waktu
itu, tapi aku mencoba memberanikan diri dan berkata dalam hati “God, please
temani aku masuk ruangan ini dan ajari
aku berkata-kata.” Tuhan membuat itu terjadi sungguh diluar dugaanku 1 satu
menit yang lalu beliau naik darah karena bapak S3 itu dan berubah seketika saat
bertemu denganku seolah tidak ada apa-apa. Itulah dosen pembimbingku yang bisa
mengendalikan moodnya.
Sebenarnya empat bulan
terahir ini suara keras beliau menasehati teman-teman satu bimbinganku sudah
menjadi hal yang biasa kudengar dan juga pemikiran-pemikirannya yang sungguh
diluar perkiraanku. Hitungan yang keliru, konsep yang membelok, pemikiran yang
bercabang, whatsapp yang kadang-kadang menegangkan dengan beliau adalah hal
yang sudah biasa bagiku. Satu hal yang masih sangat kuherankan sampai saat ini,
beliau belum pernah “menasehati” diriku dengan nada tinggi saat aku asistensi
sendirian bahkan pernah sekali aku melakukan kesalahan besar, waktu itu aku
pikir habislah aku tapi lagi Tuhan menenangkan hati beliau dan menasehatiku
dengan penuh kasih untuk menyadarkanku akan kesalahanku dan memaksaku untuk
memikirkan bagaimana jalan keluarnya. Aku ingat hari itu hari jumat dan
pikiranku jadi tidak karuan sampai hari selasa, karena belum tahu jalan keluar
dari masalah itu.
Kejadian dimana Tuhan
mendampingiku secara terus-menerus saat konsultasi bukan berarti aku menjadi
begitu santai saat akan bimbingan. Masih ada perasaan deg-degan setiap kali
bertemu beliau, aku juga tidak tahu kenapa perasaanku begitu saat akan bimbingan,
mungkin karena aku agak sering melihat
beliau dengan nada tingginya sedangkan aku bukanlah tipe orang yang kuat
mendengar suara dengan nada tinggi. Mungkin terlihat aneh bagi kalian tapi
inilah yang menjadi kebiasaanku di depan ruangan beliau saat menunggu giliranku
untuk asistensi menyanyikan lagu KJ 410 “Tenanglah Kini Hatiku”. Konyol bukan?
Tapi itu benar-benar terjadi.
Dalam hal inilah Tuhan
memprosesku, ya aku merasakan bagaimana untuk ke sekian kalinya Tuhan
menolongku. Tuhan memperlihatkan kelemahanku dan meyadarkanku satu hal bahwa
aku tidak akan mungkin bisa menyelesaikan ini semua dengan kekuatanku
terlebih-lebih aku bukanlah seorang yang pintar seperti yang kukatakan
sebelumnya. Tuhan yang membuat berhasil bukan aku. Saat teduhku pagi itu dari
bilangan 22:36-23:30 : Tuhan sangat melindungi Israel, saat itu Israel tenang
dan tidak tahu menahu adanya bahaya dari Balak yang mengancam. Tuhan yang
perperang bagi Israel. Firman ini sangat mengejutkanku dan menyadarkanku
kembali “Tuhan berperang untukku, Dia berjuang melindungiku di dalam
ketidaktahuanku termasuk dalam tugas akhir ini” sungguh kuterpesona dengan apa
yang telah Dia lakukan. Kalau kamu tahu video the lives on scene dimana Yesus membisikkan ke seorang guru untuk
menolong seorang murid yang tidak bisa mengerjakan tugasnya kurasa begitulah
Allah menolongku melalui dosen pembimbingku ini.
Aku tidak akan
menuliskan bahwa mengerjakan tugas akhir itu gampang karena memang butuh
perjuangan untuk menyelesaikannya bahkan air mata (cewek J),
setidaknya itu yang kurasakan setelah melewati dua kali menyusun tugas akhir. Tulisan
ini hanyalah salah satu masalah yang mungkin akan dihadapi saat skripsi. Masih
ada persoalan-persoalan lain yang harus dihadapi. Tapi satu hal Tuhan ada
disana, disamping kita menemani kita dalam setiap proses agar dapat
menyelesaikannya dengan baik. Dia akan ikut menemani kita saat lembur, Dia akan
memelukmu saat semua terasa melelahkan, Dia akan mencoba mengingatkan kita
hal-hal spele yang terlupakan oleh kita, dan Dia akan duduk di sebelah kita
saat konsultasi/asistensi dengan dosen pembimbing bahkan Dia akan menolong kita
berkata-kata saat semuanya terasa ngeblank. Begitulah Tuhan patner Tugas
Akhirku kami bersama-sama meyusuri setiap langkah, setiap proses untuk dapat
menyelesaikannya. Sekali lagi bukan kehebatanku tapi karena kehebatan
“Patnerku” ini lah semuanya bisa selesai.
Jumat, 24 Juni 2011
teknik lalu lintas
Kuliah #7 28 Maret 2011
Berbagai bentuk interchange:
- trumpet
- three leg directional
- one quadrant
- diamond
- partial cloverleaf
- full cloverleaf
- all directional four leg

Pengaturan lalulintas:
Fungsi lampu lalulintas: alat pengatur hak berjalan bagi pergerakan lalulintas (termasuk pejalan kaki) secara bergantian di pertemuan jalan. Pengaturan ditunjukkan dengan tiga aspek warna yaitu merah, kuning dan hijau.
WHAT FOR?
Menurut MUTCD (Manual on Uniform Traffic Control Devices), tujuan sistem sinyal lalulintas (lampu lalulintas):
Noite:
MUTCD has been administered by the Federal Highway Administration (FHWA) since 1971.
MUTCD is a compilation of national standards for all traffic control devices, including road markings, highway signs, and traffic signals.
- menciptakan pergerakan dan hak berjalan secara bergantian dan teratur sehingga dapat meningkatkan daya dukung simpang atau melayani arus lalulintas,
- dapat dilaksanakan hierarki jalan yang pada umumnya jalan utama mendapatkan perlambatan (delay),
- pengaturan prioritas bagi jenis kendaraan tertentu (misalnya angkutan umum) dapat dilaksanakan,
- menciiptakan celah (gap) darei arus kendaraan yang padat, untuk memberikan hak berjalan bagi arus lalulintas (seperti sepeda, pejalan kaki) memasuki persimpangan iring-iringan (platoon) pada arus lalulintas yang padat,
- mengurangi terjadinya kecelakaan dan keterlambatan lalulintas,
- memberikan mekanisme pengaturan lalulintas yang lebih efektif dan murah dibandingkan dengan cara-cara manual,
- mengurangi tenaga polisi dan menghindarkan polisi dari polusi udara, kebisingan, dan resiko kecelakaan,
- memberikan rasa percaya kepada pengemudi bahwa hak berjalannya terjamin dan menumbuhkan sikap disiplin.
WHAT RISK?
Kesalahan perancangan dan pengoperasian lampu lalulintas berakibat sebagai berikut:
- terjadinya kelambatan (delay) yang tidak perlu,
- kelambatan yang tidak perlu menyebabkan dilanggarnya pengaturan lampu lalulintas oleh pengemudi,
- meningkatnya kecelakaan seperti tabrakan rear-end dan tabrakan yang melibatkan kendaraan belok kanan apabila lampu panah hijau tidak ada,
- kapasitas pertemuan jalan berkurang sebagai akibat dari meningkatnya rasio antara siklus hijau yang dikarenakan bertambah banyaknya fase lampu lalulintas,
- kelambatan dan antrian kendaraan yang panjang merugikan pemakai jalan, berupa pemborosan energi, m,eningkatnya polusi udara maupun kebisingan.
WHY USE?
Alasan mengapa digunakan lampu lalulintas
- menghindarkan kemacetan simpang akibat adanya konflik arus lalulintas,
- memberi kesempatan kepada kendaraan dan pejalan kaki dari jalan minor untuk memotong jalan utama,
- mengurangi tingkat kecelakaan lalulintas dan tundaan lalulintas
- memberikan mekanisme pengaturan lalulintas yang efektif dan murah dibandingkan dengan pengaturan manual.
HOW OPERATE?
Menurut HCM (Highway Capacity Manual) 1985 pengoperasian lampu lalulintas ada tiga pengaturan yaitu:
1. pengatuan waktu yang tetap (time-preset operation or time-preset signal)
- Waktu siklus dan fase diatur secara tetap
- Keuntungan, tidak perlu mengganti siklus karena tiap hari volume lalulintas rata-rata sama
- Kerugian, bila volume lalulintas pendekat besar akan berakibat tundaan lama
- Kerugian, bila volume lalulintas pendekat lainnhya rendah akan berakibat waktu menunggu lebih lama meskipun fase pendekat lain sudah habis.
2. pengaturan sinyal semi aktuasi (semi-actuated operation or semi-actuated signal)
- Sesuai untuk simpang pada pertemuan jalan minor atau penyeberangan pejalan kaki dengan jalan utama,
- Jalan utama selalu berisyarat hijau sampai alat deteksi pada jalan minor memberikan isyarat adanya kendaraan yang datang pada salah satu atau kedua sisi jalan utama tersebut,
- Detektor dipasang pada jalan minor sehingga bila ada arus yang akan melintasi simpang, arus pada jalan utama akan dihentikan untuk memberikan kesempatan lewat,
- Kerugiuannya, bila arus lalulintas dari jalan minor tinggi maka kelancaran arus jalan utama terganggu.
3. pengaturan sinyal aktuasi penuh (full actguated operation)
- Semua fase lampu diatur penuh oleh detector
- Fase berubah otomatis bergantung volume kendaraan menuju simpang
- Pengaturan paling efektif pada jalan-jalan yang volume lalulintas hampir sama
DEFINISI- DEFINISI PENGATURAN SINYAL
| 1. fase sinya | Bagian dari siklus sinyal dengan lampu hijau disediakan bagio kombinasi tertentu dari gerakan lalulintas |
| 2. waktu siklus | Waktu untuk urutan lengkap dari indikasi sinyal di dalam suatu pendekat yang sama dalam satuan detik |
| 3. waktu hijau | Waktu nyala hijau pendekat dalam satuan detik |
| 4. rasio hijau | Perbandingan antara waktu hijau dan waktu siklus suatu pendekat dalam satuan detik |
| 5. waktu merah semua | Waktu dimana sinyal merah menyala bersamaan pada pendekat-pendekat yang dilayani oleh dua fase sinyal yang berturutan dalam satuan detik |
| 6. waktu hilang | Waktu dimana lampu kuning dinyalakan setelah hijau pada suatu pendekat dalam satuan detik |
| 7. waktu kuning | Waktu dimana lampu kuning dinyalakan setelah hijau pada suatu pendekat |
Langganan:
Postingan (Atom)