Hari itu di kantor lagi mati lampu, iseng-iseng nulis dongeng di note.
for the first time, aku nulis sesuatu yang memakai imajinasi.
semoga tidak terlalu buruk ya, masih belajar menulis yang berbau imajinasi hehehe.
Zozo
and Popo
Di sebuah hutan lebat yang gelap,
hiduplah beberapa kelompok hewan
dan yang paling kecil diataranya adalah tikus. Dan yang
paling muda diantara tikus-tikus itu bernama Popo.
Popo adalah tikus
yang sangat sombong.
Ia sering mengejek Zozo. Zozo adalah seokor kura-kura yang
bertetangga dengannya.
Zozo adalah kura-kura yang lamban dalam hal apapun, terutama
dalam berjalan.
Saat itu hari menjelang sore
Popo dan Zozo bermain bersama, mereka jalan-jalan disekitar
hutan.
Zozo begitu lambat berjalan, sehingga popo pun menjadi kesal
dengannya.
“Zozo cepatlah sedikit! Mengapa kau begitu lambat, aku lelah
berjalan bersamamu.”
Sambil terengha-engah Zozo mengikuti popo.
“Aku sudah lelah, bolehkah kita istirahat sebentar?”
“TIDAK! Kamu ahrus berlari mengikutiku.”
“Kakiku begitu lincah berjalan, sedangkan kakimu itu sangat
lambat, bahkan ketika aku berjalan pun
tidak sebanding dengan caramu berlari.”
Begitulah Popo mengejek temannya Zozo.
“Oh ya selain bisa berlari cepat aku juga bisa memanjat pepohonan
dan melihat keindahan
dari atas,
tahukah kau betapa indahnya jika melihat pemandangan dari
atas pohon tinggi itu?” tukasnya kembali.
“sedangkan kamu hanya bisa melihat rerumputan yang ada di
bawah sana, HA…HA…HA…” Tawa Popo penuh dengan cela.
Zozo hanya diam dan berusaha mengikuti langkah kaki Popo.
Dengan penuh semangat Popo berlari kesana kemari
Memperlihatkan kesombongannya kepada Zozo.
Ia tidak menyadari ada lobang besar di depannya, dan dia pun terjatuh.
“Zozo… tolong, tolong, tolong akuu…”
“Aku takut Zozo, tolonglah akuu” teriak Popo.
Dengan jalannya yang begitu lambat Zozo menghampirinya
“Bagaimana bisa kamu jatuh Popo?” tanyanya
“Aku tidak melihat lubang itu ketika aku berlari-lari”
tangisnya
Zozo turun perlahan-lahan kedalam lubang itu, dan berusaha
untuk menolong Popo.
“Naiklah ke punggungku, aku akan membawamu naik” kata Popo
Lalu Popo pun naik ke punggung Zozo
Dengan langkah kakinya yang begitu pelan, ia menaiki lubang
itu
Setibanya diata Popo pun minta maaf kepada Zozo.
“karena kesobonganku sendiri, aku terjatuh,
maafkan aku popo, karena aku sering sekali mengejekmu.”
Zozo memafkannya, karena sebagai ciptaan Tuhan, harus saling
memaafkan
Merekapun berpelukan, dan pulang bersama-sama.
Pelajaran yang bisa diambil :
Jangan sombong, karena orang sombong akan jatuh dan saling
memafkan.





