TAMONG “menikmati sebuah proses” (Part 2)
Dengan memutuskan berangkat ke Tamong dengan tim laiinya bukan brarti
tanpa persiapan, ada beberapa hal penting harus kami persiapkan sebelum
berangkat ibarat orang yang akan berangkat berperang perlu isi amunisi dan
mengatur strategi. Karena program mission trip ini adalah program Perkantas
Jatim (Jawa Timur) maka semua persiapan dilakukan di Surabaya. Saat ini saya
tinggal di kota Yogyakarta, it means aku harus keluar kota setiap kali akan
persiapan. Susah menjadi tradisi pertemuan tim yaitu sebulan sekali. Selain
membahas hal teknis kami juga ber-PA untuk menegguhkan motivasi dan menguatkan
pemahaman akan misi.
Selama kurang lebih tiga sampai empat bulan persiapan sebelum
berangkat ke Tamong. Karena saya masih bekerja sampai hari jumat maka biasanya
saya akan berangakat ke Surabaya di hari sabtu, pernah sekali di hari jumat,
pertemuan kami di hari minggu pukul 17.00 – selesai biasanyas selesai sekitar pukul
20.00 an, karena keesokan seninnya saya bekerja maka minggu malam itu saya
harus kembali ke Yogyakarta dengan menggunakan bis. Sebenarnya saya lebih suka
naik kereta api tapi apalahdaya jadwal kereta api paling lama adalah pukul
19.00. Disini saya sama sekali tidak ingin mencritakn kelelahan ataupun rasa
mengeluh yang saya alami bahakan tidak ada niat menyombongkan diri jika diriku
melakukan sejauh ini. Karena bagi saya ketika kita sudah mengambil suatu
keputusan pasti ada resiko yang harus dihadapi.
Sedikit melenceng dengan perbincangan dua paragraph diatas, dalam
perjalanan misi kali ini kami dibagi menjadi tiga kelompok seperti tim-tim
sebelumnya yaitu tim visitasi, tim remaja, dan tim anak. Diriku masuk dalam tim
anak. Di dalam tim anak kami ada lima orang, empat diantaranya belum
berpengalaman sama seklai dan satu daintaranya sudah sangat berpengalaman dan
expert hanya saja saat itu yang salah seorang ini sedikit sibuk. Empat yang
belum berpengalaman itu semuanya wanita-wanita, mengapa aku menyinggung soal
wanita disini?? Nanti akan kuceritakan mungkin di part-4. Ada yang menarik dari
tim anak ini, fakta menunjukkan bahwa ke-lima dari kami semua berada di kota
yang berbeda-beda. Aku di Yogyakarta, Litta di Malang, Dewi di Surabaya, Kak
Stefi di Batu dan Bang Bravel di Kediri. Karena lokasi kami yang bisa dikatakan
tidak dekat, group di line adalah salah satu solusi intuk saling berkomunikasi,
salah satu sisi positif dari kemajuan teknilogi adalah bagian ini. Group ini
dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk saling berkomunikasi.
Setelah beberapa kali diskusi di group, akhirnya kami bertemu juga
(hanya 3 orang) kami berbicara kesana kemari dalam bahasa Inggrisnya mungkin
disebut ngalor ngidul, membuat plan kesana-kemari sampai akhirnya si yang
berpengalaman datang dan mebrikan ide yang sangat baik dan menurut kami tepat
sasaran. Kami mengambil tema tengang inspirasi, intinya si memotivasi anak-anak
untuk berani bercita-cita dan berharap bagian ini menjawab kebutuhan anak-anak
disana. Seiring dengan berjalannya waktu program tim anak pun sudah selesai dan
fix di minggu kedua sebelum keberangkatan kalau tidak salah. Gambaran besar
planning tim anak adalah dengan memberikan video-video motivasi terlebih dahulu
sebelum akan masuk ke program-program inti seperti belajar firman Tuhan dllnya.
Ada yang menarik dari bagian ini, nanti aku akan ceritakan di PART-3. Hemmm…
sepertinya banyak utang cerita ini.
Ya begitulah sekilas tentang persiapan yang kami lakukan sebelum
kebrangkatan ke Tamong. Ada beberapa persiapan lain yang kami lakukan seperti
doa puasa setiap hari selasa, menge-list semua kebutuhan yang akan dibaw
kesana, bagaimana cara packing yang bener-bener kecil (tidak menyusahkan),
bahkan untuk bagian barang-barang yang akan dibawa kami di ajtah membawa berapa
pakaian yang harus dibawa bahkan untuk pakaian dalam pun kami dijatah. Oh ya
tidak ada sejarahnya mission trip ke Taming ini membawa koper jadi semuanya
ahrus dimasukkan dalam ransel. Tiga tas carrier dipenuhi oleh barang-barang
umum sperti sleeping bed, baju di tamong (packing superrrr kecil), dus-dus yang
penuh dengan hadiah souvenir yang akan dibagikan, buku-buku dan
peralatan-peralatan lain yang digunakan untuk keperluan tim. Kurang lebih
persiapannya seperti itu, mungkin disini terlihat sederhana sekali tapi
percayalah sewaktu mempersiapkan semua ini memang sederhana hehehehe sedikit
ribetlah tapi tidak sampai membuat badan gendut ini menjadi kurus hahaha.
Yang saya ceritakn disini adalah persiapan anak, untuk persiapan
teman-teman tim visitasi dan tim remaja saya kurang tahu,yang jelas dalam
persiapan merekapun mereka sangat berusaha agar persiapan-persiapan itu
dirancang semaksimal mungkin. Cukup sekian dulu ya cerita untuk proses nya ya,
untuk cerita keberangkatan dari Surabaya – Pontianak – Serukam – Tamong akan ku
ceritakan di Part-3 nanti, banyak hal-hal mengejutkan yang kurasakan di part-3
ini.



